Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang

Arsip untuk ‘Taliban’ Kategori

Taliban Bergerak Mendekat Ibukota Negara Pakistan, Islamabad

Ditulis oleh meisusilo di/pada 23 April 2009

taliban-fightersISLAMABAD – Hampir seluruh media di dunia mengabarkan, bahwa Taliban Pakistan telah sangat dekat dengan Islamabad, hanya berjarak sekitar 50-60 mil. Semakin menarik menyimak perkembangan Taliban Pakistan dan apa yang akan mereka lakukan.

Apakah mereka akan menuju ibukota Pakistan? Apakah mereka akan menunda gerak mereka dan memperkuat pertahanan mereka? Apakah mereka akan mengambil alih seluruh bagian Selatan negeri dan kota-kota utamanya seperti Lahore dan Karachi? Akankah mereka mengambil alih seluruh Pakistan dan mengepung Islamabad pada akhirnya?

Kita tidak akan pernah tahu jawaban pasti atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Semakin kuat Taliban Pakistan, maka akan semakin kuat motivasi AS untuk menyerbu Pakistan, membawa Pakistan ke dalam gaya Amerika seperti yang dilakukan di Irak dan Afghanistan. Fakta bahwa AS belum melakukan invasi secara nyata dengan indikasi kehadiran tentara-tentaranya di Pakistan menunjukkan bahwa mereka tengah terpukul dalam usaha-usaha “perang melawan teror” yang mereka ciptakan.

Gedung Putih kini berada dalam “kerusakan” psikologi akibat meningkatnya kekuatan Taliban Pakistan. Selama Taliban melanjutkan pengaruh mereka, penting bagi mereka memberikan Dakwah kepada seluruh Muslim mengenai isu penerapan syariah, syariah selama peperangan, dosa-dosa yang menjadikan murtad seorang Muslim, dan mengapa pemerintahan Pakistan termasuk orang-orang yang murtad, jihad global untuk penegakkan kekhilafahan, Wala’ dan Bara’, mencintai jihad dan syahid.

Jika Taliban Pakistan belum memulai Dakwah ini, mereka perlu menciptakan sebuah sektor dakwah dimana para pelajarnya yang akan mempropagandakan dan menyebarkan kebenaran ke masyarakat di seluruh Pakistan. Mereka seharusnya tidak malu memegang konferensi-konferensi Islam di Masjid-masjid, Universitas, aula-aula besar, dan mereka perlu mengambil keuntungan dari jalan dakwah. Majalah jihad, situs jihad, blog jihad, forum jihad, dan surat kabat harian, perlu mereka buat. Semua ini dapat mendukung jihad untuk membawa kembali Islam di Pakistan, bahkan di seluruh negeri-negeri muslim. (haninmazaya/rvthb/arrahmah)

Ditulis dalam Taliban | Leave a Comment »

Pakistan Makin Gentar Terhadap Taliban

Ditulis oleh meisusilo di/pada 20 April 2009

r345552_1576991ISLAMABAD – Pakistan berulang kali sudah bersumpah melakukan tindakan untuk menghentikan para mujahidin tetapi para analis mengatakan bahwa penyangkalan, sikap semena-mena dan kemarahan besar Amerika Serikat terhadap rakyat Pakistan sudah menghalangi disusunnya kebijakan yang efektif di negara tersebut.

Perlawanan yang semakin meningkat dan konsolidasi mereka yang semakin kuat dengan beberapa daerah, dan infiltrasi ke daerah lainnya, telah menambah ketakutan musuh-musuh Islam terhadap cepat menyebarnya pengaruh Taliban. Senjata nuklir Pakistan yang jatuh ke tangan jaringan al Qaeda merupakan mimpi buruk bagi AS dan tetangga Pakistan (Afghanistan), dan menjadi ancaman besar bagi usaha AS untuk ‘mestabilkan’ Afganistan. “Ini adalah kegelisahan luar biasa, seperti hendak menjatuhkan,” kata Adil Najam, profesor hubungan internasional di Boston University. “Nampaknya setiap orang kehilangan kontrol, termasuk militer, terhadap apa yang sedang terjadi.

Saya tidak berpikir mereka telah menyerah dalam pertempuran, namun sepertinya mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan,” katanya. Presiden Asif Ali Zardari mendapatkan lebih dari bantuan 5 milyar dolar pada Jumat (17/4) lalu setelah menyeru para sekutu dan donor di Tokyo dimana ia berjanji akan meningkatkan perjuangan melawan para mujahidin. Namun kondisi di tempat lain tetap kelabu. Serangan para mujahidin yang semakin berani di timur kota Lahore dan ledakan di tempat lainnya dalam minggu-minggu belakangan ini sepertinya telah melemahkan kepercayaan diri pemerintah. Sebuah ledakan bom menewaskan 25 orang tentara dan polisi dan dua orang yang sedang berjalan kaki di barat laut Pakistan pada Sabtu (18/4).

Sebagaimana halnya dengan barat laut, Taliban sedang melakukan infiltrasi ke provinsi Punjab dan kota Karachi, kata analis. Pembebasan seorang pemuka agama di mesjid tambah mesjid Merah di Islamabad telah menambah keteguhan para mujahidin bahwa pertolongan Allah untuk tegaknya Islam di Pakistan dan seluruh negeri muslim lainnya sedang mereka jelang. “Saya tidak yakin serangan pesawat tak berawak AS yang selama ini dilakukan akan mengurangi militansi, justru sebaliknya serangan tersebut semakin menguatkan Taliban daripada apapun,” kata Najam. “Taliban telah memusatkan perhatiannya untuk menyebarkan pesan anti-Amerika.” “Jika orang Pakistan kebanyakan bisa berbalik melawan Taliban, maka kita bisa memenangkan ini.

Jika tidak mereka (rakyat Pakistan) terpengaruh oleh pesan anti-Amerika Taliban, maka jangan harap kita bisa memenangkan ini semua,” tegas Najam. “Pertempuran ini telah merasuk ke dalam hati dan pikiran rakyat Pakistan dan saya kira kita kalah.” (Altahf/reuters/arrahmah)

Ditulis dalam Taliban | Leave a Comment »

CIA: Sebentar Lagi Pakistan Akan Jadi Negara Islam Terkuat

Ditulis oleh meisusilo di/pada 19 April 2009

pakistan-taliban-humvee-baitullah-mehsud2WASHINGTON-Sejumlah pejabat intelejen AS menyimpulkan hanya ada sedikit harapan untuk mencegah senjata nuklir Pakistan jatuh ke tangan para mujahidin. Dan tentu saja hal itu bisa menjadi ancaman yang luar biasa bagi AS dibanding apa yang telah dilakukan Taliban Afghanistan melalui teror 9/11.

Fragmentasi Pakistan ke dalam tangan para mujahidin al Qaeda dan beberapa kelompok mujahidin lainnya mempunyai implikasi gawat bagi AS dan sekutunya juga dan kepentingan mereka terhadap gudang senjata nuklir Pakistan, usahanya untuk ‘menenangkan’ (baca: merebut) Afganistan; juga kepentingan mereka di India, Teluk Persia dan Asia Tengah yang kaya minyak.

”Pakistan punya 173 juta penduduk dan 100 senjata nuklir, tentara yang jumlahnya lebih besar daripada tentara Amerika, dan menjadi markas besar al Qaeda yang menguasai dua pertiga negara,” kata David Kilcullen, seorang pensiunan perwira tentara Australia, seorang mantan penasehat Departemen Kenegaraan dan konsultan anti pemberontakan pemerintahan Obama.

”Pakistan bukan Afghanistan, terbelakang, terisolasi, dan daratan yang terkurung,” tambah pejabat intelejen AS. “Pakistan adalah negara berkembang… (dengan) pelabuhan Samudera Hindia, yang menjadi pintu gerbang menuju dunia luar, khususnya Teluk Persia, yang tidak pernah dimiliki oleh Afganistan dan Taliban.

“Implikasi ini semua adalah malapetaka bagi AS,” tambahnya. “Jalur suplai (dari Karachi sampai basis AS) di Kandahar dan Kabul dari sebelah selatan dan timur akan dipotong, atau sedikitnya jalur-jalur tersebut menjadi lebih tidak aman, dan itu akan membahayakan misi AS di Afganistan.”

Beberapa pakar dalam wawancaranya dengan pihak pers mengatakan pendapat mereka bukanlah skenario terburuk, tetapi merupakan dugaan realistis yang didasarkan pada semakin menguatnya militansi para mujahidin dan kegagalan pemerintah dan militer Pakistan untuk merespon kondisi tersebut.

“Saya tidak melihat skenario masuk akal apa pun dari pemerintah sekarang atau tim suksesnya yang akan memobilisasi sumberdaya ekonomi, politik, dan keamanan untuk menekan naiknya perlawanan dari mujahidin,” kata salah seorang penasihat Pentagon yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Saya berpikir Pakistan bergerak pada situasi di mana ekstremis menguasai seluruh daerah pedalaman dan pemerintah hanya mengontrol pusat perkotaan,” tambahnya. “Jika anda melihat 10 tahun yang akan datang, saya kira pemerintahan Pakistan akan dijalankan oleh militan Islam.”

Pemandangan pesimis pejabat Pentagon mengenai Pakistan masa depan itu didukung oleh menyerahnya Islamabad minggu ini pada Taliban dan oleh meningkatnya infiltrasi mujahidin di Karachi, pusat keuangan negara, serta jantung wilayah politik dan industri provinsi Punjab.

Kematian penduduk sipil oleh serangan pesawat tak berawak AS, delapan tahun campur tangan AS di Afganistan, dan dukungan AS terhadap militer Pakistan juga sudah menyebabkan semakin tersebarnya ancaman pemberontakan para mujahidin dan semakin memunculkan kemuakan dari umat Islam.

“Pemerintah seharusnya menyadari urgensitas kondisi ini dan tetap berkomitmen. Ini adalah momen yang serius bagi Pakistan ,” kata Sen John Kerry, Kepala Senat Komite Hubungan Luar Negeri, pada Selasa (14/4) kemarin pada Islamabad. “Pemerintah federal (AS) telah menegaskan bahwa masalah ini adalah masalah Pakistan.”

Ahsan Iqbal, seorang asisten pemimpin oposisi dan mantan perdana menteri Nawaz Sharif, mengatakan bahwa pemberontakan para mujahidin bisa dipadamkan jika pemerintah membangun kembali sistem pengadilan, memperbaiki pelaksanaan hukum, memberikan ganti rugi terhadap korban sipil yang meninggal dalam operasi keamanan dan mengimplementasikan perbaikan demokratis.

“Butuh waktu,” kata Iqbal. “Kami butuh jalan keluar yang tepat dan kesatuan internal dalam tubuh Pakistan sendiri.”

Banyak pejabat AS dan para pakar lainnya memperkirakan bahwa para mujahidin Taliban tidak akan pernah menyerah dan bahkan semakin meningkatkan perlawanannya.

“Taliban saat ini menjadi pasukan yang terus meningkatkan dirinya,” pengarang Ahmed Rashid, seorang pakar pemberontakan, mengatakan dalam konferensi di Washington pada Rabu (15/4). “Mereka mempunyai agenda untuk Pakistan, dan agenda itu tidak lain adalah untuk menumbangkan pemerintah Pakistan dan men-Taliban-kan seluruh negara tersebut.”

Pejabat intelejen AS mengatakan bahwa elit Pakistan yang sejak kemerdekaannya pada tahun 1947 didominasi oleh politikus, birokrat dan perwira militer dari Punjab, sudah gagal untuk mengatasi situasi genting di Pakistan.

“Para elit Punjab sudah tidak menguasai Pakistan, tetapi tak satu pun dari mereka atau pemerintah Obama menyadari hal itu,” kata pejabat. “Pakistan bisa menjadi negara Islam, mungkin dalam beberapa tahun lagi. Tidak ada kepimpinan sipil di Islamabad yang bisa menghentikan ini.” (Althaf/arrahmah)

Ditulis dalam Islam, Taliban | Leave a Comment »