Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang

Arsip untuk ‘Palestina’ Kategori

Demi Palestina, Sultan Hidup Merana

Ditulis oleh meisusilo di/pada 22 April 2009

For PalestineAnakku, ayah melihat orang-orang di sini sudah mulai memuji paras cantikmu. Maka mulai hari ini ayah ingin kamu sudah mengenakan hijab dengan sempurna, karena kamu sudah menjadi wanita dewasa sekarang.” Untaian kata penuh kasih sayang itu dituturkan dengan suara lembut oleh Sultan Abdul Hamid II kepada anaknya Aishah saat mereka tengah melintas di depan Masjid Hamidiye Yildiz yang terletak tidak jauh dari pintu masuk istananya.

Di depan masjid ini, terlalu banyak kisah yang memilukan hati menimpa diri dan keluarga Sultan. Percobaan pembunuhan dengan meletakkan bom di dalam kereta kuda Sultan. Pengeboman itu terjadi berselang beberapa saat usai shalat Jumat. Allah masih menghendaki Sultan Abdul Hamid tetap bertakhta memimpin umat. Upaya menghabisi nyawa orang nomor satu di dunia Islam itu kandas.

Di depan istana ini, Sultan sering melaksanakan shalat dan keluar menyapa rakyat yang selalu dekat di hatinya.

Di situ juga, Sultan sesekali menunggang kuda ditemani anaknya Aishah, sambil menitahkan arti penting menegakkan syariah bagi muslimah. Sejak saat itu anaknya mutahajibah (berhijab) sempurna, ini menandakan putrinya Aishah Osmanuglu telah memasuki usia aqil baligh.

Istana Yildiz yang terbuat dari kayu ini adalah tempat tinggal pilihan Sultan Abdul Hamid II, setelah beliau meninggalkan segala bentuk kemewahan kaum keluarganya yang sebelum ini di Istana Dolmabahce.

Sultan Abdul Hamid II, lahir pada hari Rabu, 21 September 1842. Dengan nama lengkap Abdul Hamid Khan II bin Abdul Majid Khan. Sultan adalah putra Abdul Majid dari istri kedua beliau. Ibunya meninggal saat Abdul Hamid berusia 7 tahun. Sultan menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia. Senang membaca dan bersyair.

Sebelumnya kekhalifahan dipimpim pamannya yaitu Abdul Aziz yang berkuasa cukup lama. Sultan Abdul Aziz digulingkan kemudian dibunuh oleh musuh politik Khilafah Utsmaniyyah. Khalifah setelah Abdul Aziz adalah Sultan Murad V, putra Abdul Aziz. Namun kekuasaannya tidak berlangsung lama dan digulingkan setelah 93 hari berkuasa karena dianggap tidak becus menjadi khalifah.

Sultan Abdul Aziz mewariskan negara dalam kondisi yang carut marut. Tunggakkan hutang luar negeri, parlemen yang mandul, campur tangan asing di dalam negeri, tarik menarik antar berbagai kepentingan Dewan Negara dan Dewan Menteri serta birokrat-birokrat yang korup.

Pada 41 Agustus 1876 (1293 H), Sultan Abdul Hamid dibai’at sebagai Khalifah. Saat itu usianya 34 tahun. Dia menyadari bahwa pembunuhan pamannya serta perubahan-perubahan kekuasaan yang terjadi saat itu merupakan konspirasi global melawan Khilafah Islamiyah. Namun Sultan Abdul Hamid II dapat menjalankan roda pemerintahannya dengan baik, sering berbicara dengan berbagai lapisan masyarakat, baik birokrat, intelektual, rakyat jelata maupun dari kelompok-kelompok yang kurang disukainya (lihat Shaw, 1977:212).

Free PalestineKebijaksanaannya untuk mengayomi seluruh kaum Muslimin membuat ia populer. Namanya sering disebut dalam doa-doa di setiap shalat jumat diseantero bumi. Penggalangan kekuatan kaum Muslimin dan kesetiaan mereka terhadap Sultan Abdul Hamid II ini berhasil mengurangi tekanan Eropa terhadap Utsmaniyyah.

Abdul Hamid mengemban amanah dengan memimpin sebuah negara adidaya yang luasnya membentang dari timur dan barat. Di tengah situasi negara yang genting dan kritis. Beliau menghabiskan 30 tahun kekuasaan sebagai Khalifah dengan dikelilingi konspirasi, intrik, fitnah dari dalam negeri sementara dari luar negeri ada perang, revolusi, dan ancaman disintegrasi dan tuntutan berbagai perubahan yang senantiasa terjadi.

Termasuk upaya-upaya sistematis yang dilakukan kaum Yahudi untuk mendapatkan tempat tinggal permanen di tanah Palestina yang masih menjadi bagian dari wilayah kekhalifahan Utsmaniyyah. Berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk menembus dinding khilafah Utsmaniyyah, agar mereka dapat memasuki Palestina.

Pertama, pada tahun 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada sultan Abdul Hamid, untuk mendapatkan ijin tinggal di Palestina. Permohonan itu dijawab sultan dengan ucapan “Pemerintan Ustmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diijinkan menetap di Palestina”, mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Palestina | 1 Komentar »

Italia Ikut Boikot Produk Israel

Ditulis oleh meisusilo di/pada 20 April 2009

zionazi-21Masyarakat Italia masih bersemangat memboikot Israel. Perusahaan-perusahaan Israel merasakan dampaknya

Italia-Boikot produk-produk Israel gencar dilakukan oleh masyarakat internasional yang menentang penjajahan Israel terhadap rakyat Palestina.

Di Indonesia yang sebagian besar penduduknya Muslim, semangat untuk memboikot produk Israel gaungnya sudah semakin lemah.

Bagaimana dengan boikot yang dilakukan oleh masyarakat Italia? Palestinian Grassroots Anti-Apartheid Wall Campaign Jum’at (16/4) lalu menuliskan laporan seputar aktivitas boikot produk Israel di Italia.

Kegiatan tahunan Global BDS Day of Action yang pertama, bertepatan dengan Land Day yang jatuh pada tanggal 30 Maret, berlangsung sukses di Italia. Beberapa kampanye dan inisiatif diluncurkan, dan serangkaian aktivitas untuk meningkatkan kepedullian berlangsung di seluruh penjuru negeri.

Aktivitas itu menjadi mobilisasi terbesar yang pernah dilakukan di Italia hingga saat ini, yang juga menjadi pertanda keberhasilan bagi aktivitas BDS (Boycott, Divestment, Sanction) di negara itu.

FIOM sebuah persekutuan dagang, yang merupakan bagian dari CIJL –satu dari tiga besar konfederasi persekutuan dagang di Italia, mengumumkan dukungannya terhadap aktivitas BDS. Dengan demikian FIOM menjadi persekutuan dagang pertama di Italia, yang mendukung gerakan BDS secara terbuka.

Aktivis dari beberapa kota berbeda juga bergabung untuk menyerukan dihentikannya hubungan militer Israel-Italia, terlebih setelah peristiwa pembunuhan massal di Gaza beberapa waktu lalu.

Di Milan, sekelompok aktivis menggunakan hari aksi tersebut untuk mengumumkan keikutsertaan mereka dalam gerakan BDS sedunia. Sebagai inisitif, kelompok yang menamakan dirinya Boicotta Israel, melakukan kegiatan kampanye lokal menentang perusahaan multinasional Alstom.

Alstom bersama Veolia terlibat dalam Yahudisasi kota Yerusalem, dengan aktivitas perusahaan mereka yang membangun jalur rel menghubungkan kota Yerusalem dengan pemukiman-pemukiman Yahudi di sekitarnya.

Selama beberapa hari di kota Milan juga dilakukan aktivitas kampenye lain, seperti membagikan selebaran dan memasang bendera Palestina serta spanduk yang mengutuk agresi Zionis Israel di depan toko-toko dan supermarket, menguasai beberapa sudut jalan kota untuk melakukan protes, dan menempelkan stiker boikot pada produk-produk Israel.

Sekelompok aktivis juga memprotes rencana kerjasama “kota kembar” antara Milan dan Tel-Aviv dan menuntut diakhirinya kegiatan mengundang personil militer penjajah Israel ke kota mereka untuk memberikan pelatihan kepada polisi setempat. Beberapa aktivis juga berbicara di Dewan Kota tentang pentingnya BDS dan maraknya aktivitas seputar tanggal 30 Maret itu.

Sementara itu di kota Palermo, Komite Solidaritas untuk Perlawanan Irak dan Palestina melakukan aksi duduk di depan gedung Teatro Massimo. Dalam aksi duduk yang berlangsung selama lima jam itu, juga dilakukan pembagian selebaran dan pameran foto yang menampilkan kekejaman penjajah Israel di Gaza dan Libanon.

Setelah 30 menit aksi duduk itu berlangsung, polisi datang dan berusaha untuk membubarkan kerumunan. Namun, para aktivis itu menolak untuk membubarkan diri dan kemudian melakukan aksi diam serta melanjutkan kegiatannya hingga malam hari.

Kampanye BDS lainnya dilakukan di kota Torino. Para demonstran bergabung melakukan protes menentang diberikannya dana bantuan kepada LSM bernama Friends of the Peres Centre for Peace, sebuah organisasi yang “cenderung memberikan maaf” terhadap kejahatan yang dilakukan oleh Israel.” Demonstrasi berlangsung selama beberapa hari dengan kegiatan antara lain, menggalang kepedulian yang dilakukan di banyak supermarket dan mal di kota itu.[pgawc/di/hidayatullah]

Ditulis dalam Palestina | 2 Komentar »

Gerakan Spionasi Israel Di Palestina

Ditulis oleh meisusilo di/pada 19 April 2009

Gaza: Bersamaan dengan terus meningkatnya upaya-upaya Zionis Israel merekrut agen intelijen dari para nelayan Palestina, terungkap aspek-aspek perang otak tersembunyi antara Israel dengan faksi-faksi perlawanan Palestina dan dinas keamanan yang beroperasi di Jalur Gaza.

Setelah dinas keamanan di Jalur Gaza menghancurkan mayoritas jaringan mata-mata yang direkrut intelijen Israel selama bertahun-tahun dan melemahkan kemampuannya untuk mengumpulkan informasi – dan ini nampak nyata dalam kelemahan intelijen Israel dalam operasi intelijen selama perang terakhir – intelijen Israel mencoba merekonstruksi kembali barisan mata-matanya. Namun setiap kali ini dilakukan, dinas keamanan di Jalur Gaza berhasil mendeteksi dan memburu mereka.

Sumber-sumber keamanan Palestina kepada koresponen Infopalestina mengonfirmasikan bahwa dinas keamanan dalam negeri di Jalur Gaza, bekerja sama dengan faksi-faksi perlawanan, telah membuat prioritas kerja dalam menggagalkan upaya-upaya rekrutmen mata-mata dan mengungkap siapa saja yang sudah direkrut. Kemudia melumpuhkan kemampuan penjajah dalam melakukan kerja intelijen sebagaimana yang terjadi sebelumnya di GazaGaza.

Pukulan Kuat

Sumber-sumber keamanan Palestina menegaskan bahwa kemampuan intelijen penjajah mendapatkan pukulan kuat ketika dinas keamanan Abbas jatuh, setelah gerakan Hamas berhasil menguasai Jalur Gaza, yang sebelumnya telah dimanfaatkan secara langsung atau tidak langsung sebagai saluran dan fasilitator terbesar bagi arus informasi ke Israel.

Setelah itu upaya-upaya Israel untuk memanfaatkan jaringan yang sudah ada atau upaya-upaya perekrutan jaringan dengan cara-cara yang inovatif, tidak pernah berhenti. Dengan memanfaatkan kemungkinan pertemuan dengan jaringan-jaringan yang direkrut penjajah selama melakukan infiltrasi militer atau menyeberangi perbatasan, terutama perdatangan ke gerbang Beit Hanun.

Sumber-sumber keamanan Palestina mengatakan bahwa dinas keamanan telah membuat mekanisme dan rencana yang tetap untuk menggagalkan semua rencana ini. Dan benar-benar telah berhasil mengurangi kemampuan penjajah merekrut antek baru. Hal ini mendorong penjajah Israel untuk bersandar pada idea kontak secara acak dengan warga dan anggota faksi-faksi Palestina serta memanfaatkan perpecahan dan perbedaan antara faksi-faksi Palestina.

Sumber-sumber ini mengkonfirmasi bahwa rencana ini juga telah gagal karena kewaspadaan dinas keamanan Palestina dan proses penyuluhan yang dilakukan, selain kerjsa sama faksi-faksi perlawanan dan kepercayaan mereka dalam situasi keamanan yang ada di Jalur Gaza.

Perang “Pembeda”, Konfrontasi yang Menyala

MossadPara pengamat memperkirakan bahwa perang “Furqan” (pembeda) yang terjadi di Jalur Gaza terakhir – di samping agresi penghancuran yang dilakukan Israel dengan menjatuhkan ribuan ton bahan peledak dan missil – menunjukan perang lain yang tidak kalah sengit antara intelijen dan keamanan Israel dengan perlawanan dan dinas perlawanan Palestina.

Sumber-sumber keamanan menegaskan bahwa penjajah Israel telah gagal total dari segi intelijen. Upaya-upaya mereka untuk mencapai target mendorongnya untuk menekan para antek mereka untuk bergerak. Hal mengakibatkan sebagian besar antek mereka jatuh dalam intaian dinas keamanan dan faksi-faksi perlawanan dan sejumlah dari mereka berhasil dihabisi. Tema keberhasilan aparat keamanan dan perlawanan Palestina adalah kegagalan penjajah Israel dalam menghancurkan target-target tersembunyi milik perlawanan dan para pemimpinnya, disamping jatuhnya sejumlah besar dari antek-antek tersebut.

Sekitar 20 antek Israel tewas selama perang Gaza. Apakah mereka ditangkap dan dihukum mati, atau tertangkap oleh faksi-faksi perlawanan.

Keberhasilan itu tidak berhenti di sini saja. Departeman dalam negeri Palestina di Jalur Gaza dan dinas keamanannya, sebagaimana dinyatakan jurubicaranya Ihab Ghasin, berhasil mengungkap sejumlah jaringan mata-mata selama perang Gaza dan setelahnya. Berhasil ditangkap sebuah kelompok berbahaya dari mereka.

Sumber-sumber keamanan Palestina kepada koresponen Infopalestina mengatakan bahwa dinas keamanan dalam negeri Palestina di Jalur Gaza memerangi fenomena mata-mata penjajah Israel ini dengan profesionalesme keamanan dan kerahasiaan yang sangat tinggi. Dinas keamanan berhasil melancarkan pukulan telak terhadap intelijen penjajah dengan menangkap sejumlah besar aktivitas mata-mata merkea di Jalur Gaza belakangan ini; termasuk kelompok yang ditugaskan untuk melaksanakan tugas-tugas militer dan keamanan khusus.

Nelayan Sebagai Target Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Palestina | Leave a Comment »