Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang

Arsip untuk ‘Kisah’ Kategori

Muhammad, Tauladan Sejati dan “Guru” Dunia

Ditulis oleh meisusilo di/pada 18 April 2009

Muhammad SawAdalah Muhammad saw. Nabi untuk kemanusiaan… kedamaian tersemaikan, kesejahteraan terealisasikan…. Allah swt. memberi kelebihan dan keutamaan kepada kita, umat Muhammad, berupa misi beliau yang menebar rahamatan lil ’alalim. Sungguh benar firman Allah swt,

”Dan Kami tidak mengutus kamu, kecuali sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta.” Al Anbiya’:107

Kasih sayang Muhammad saw. meliputi hewan dan tanaman. Terhadap burung dan unta misalkan, atau terhadap pelepah kurma yang merintih, sehingga hati beliau tersayat ketika mendengar rintihannya.
Tentunya, terhadap manusia beliau lebih sayang, terutama kepada anak-anak.

Muhammad saw. merupakan contoh agung dalam berkasih sayang dan bersikap lembut terhadap anak-anak. Beliau teladan besar dalam mendidik anak-anak kita.

Adalah Muhammad saw. sebagai ayah yang penyayang, sebagai kakek yang lembut dan penuh perhatian terhadap semua anak-anak… Inilah pribadi Muhammad, Nabi kemanusiaan saw.

Sungguh, Muhammad saw. memberi pelajaran dan pengalaman berharga bagi kita semua dalam hal mendidik anak-anak kita. Agar kita mampu mencetak generasi yang mampu mengemban tanggungjawab luhur dan mengangkat tinggi panji Islam.

Pokok-Pokok Pendidikan Muhammad

Sirah Nabi telah mengajarkan kepada kita prinsip-prinsip pendidikan, yaitu pentingnya anak-anak memiliki percaya diri, mandiri dan mampu mengemban tanggungjawab di usia dini. Inilah problematika kita sekarang, anak-anak kita kehilangan sikap percaya diri, mandiri dan mental dewasa.

Kita berhajat untuk mengingat peristiwa di mana Muhammad saw. menjadikan Zaid bin Haritsah sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin, meskipun usianya masih muda belia. Ketika itu umurnya baru enam belas tahun (16), padahal ada orang yang lebih tua dan lebih tinggi kedudukannya, seperti Abu bakar, Umar radhiyallahu anhum. Kenapa Muhammad melakukan hal demikian? Adalah karena beliau ingin mengajarkan kepada Zaid rasa percaya diri, dan agar menghilangkan anggapan sebagian orang bahwa Zaid tidak mampu, sekaligus sebagai pembelajaran bagi generasi masanya untuk peduli dengan problematika umat dan berkontribusi menyelesaikannya.

Pendidikan Sikap dan Perilaku

Muhammad saw. mengajarkan dasar-dasar ajaran agama yang lurus kepada anak-anak sejak dini. Beliau mendorong mereka untuk mempelajari etika umum dan perilaku lurus yang orang Barat sekarang menamakannya sebagai ”Seni Etika”.

فقد روى البخاري ومسلم أن عمر بن أبي سلمة، قال:” كنت غلامًا في حجر رسول الله، وكانت يدي تطيش في الصفحة، فقال لي رسول الله “يا غلام، سمِّ الله، وكل بيمينك، وكل مما يليك”، وعندما أراد الحسين- رضي الله عنه – أن يأكل تمرة من تمر الصدقة، قال له الرسول : “كخ كخ، أما علمت أنا لا تحل لنا الصدقة؟!”

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Umar bin Abi Salamah, ia berkata: ”Ketika saya masih kecil di asuhan Rasulullah, saya hendak meraih makanan di nampan, maka Rasulullah saw. bersabda, ”Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah apa yang terdekat dari kamu.”

Ketika Husain ra, cucu Nabi hendak makan kurma dari hasil sedekah, maka Rasulullah saw. bersabda, ”Jangan, jangan. Bukankah kamu tahu, bahwa tidak halal bagi kita -keluarga NAbi- sedekah seseorang?!.”

Ayah Yang Penyayang Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Islam, Islami | 1 Komentar »

Tolonglah Muslim Walaupun Sampai Ke Negeri Cina

Ditulis oleh meisusilo di/pada 1 April 2009

image

Umat Islam di propinsi kashgar memadati Masjid Etigar (sebelah barat daya cina) untuk merayakan Iedul Adha (20 Desember 2007)

14 Abad yang lalu Islam datang ke tanah Cina, pada masa pemerintahan Kholifah Ustman ibn Affan (ra), beliau mengirimkan sebuah delegasi di bawah komando Sa’ad ibn Abi Waqqas (ra), paman Nabi (dari garis ibu) ke Cina. Jarak yang ditempuh sekitar 5000 mil mengemban tugas untuk menyebarkan pesan tauhid (agama Islam) ke daerah kekuasaan Cina dan masyarakat cina yang pada waktu itu menganut kepercayaan paganisme. Utusan tersebut berlayar menuju Cina melalui lautan India dan laut Cina sampai di daerah Portugal dari Guangzhou, mereka kemudian berjalan melewati Chang’an (saat ini dikenal dengan Xi’an), perjalanan mereka dikemudian hari dikenal dengan nama Jalur Sutra.

Negara-negara yang terlewati dengan jalur tersebut didakwahi dengan Islam, sehingga orang-orang Muslim tersebar ke setiap bagian Cina, akan tetapi kebanyakan dari mereka bertempat tinggal di Cina bagian barat. Jumlah tertinggi dari ummat Muslim baru-baru ini dapat ditemukan di Xinjiang, Gansu, Ningxia, Yunan dan propinsi Henan. Saat ini jumlah ummat Muslim yang hidup di Cina sekitar 150 juta orang, dengan jumlah masjid lebih dari 30 ribu masjid.

Hari ini, dengan sengaja dan sistematik rezim Cina menyembunyikan keadaan buruk ummat Muslim yang pada kenyataannya berada dalam kondisi disiksa, dianiaya, dan didzolimi. Secara historis rezim buatan manusia ini (Republik Rakyat Cina) secara dahsyat telah memiliki sistem jahat yang tersistematis untuk membersihkan negaranya dari orang-orang Muslim. Berikut rekam sejarah kekejaman rezim Cina kepada Muslim:

image – Antara tahun 1949 dan 1965, di bawah rezim komunis Mao, ummat Muslim yang tinggal di Barat laut Cina sejumlah kurang lebih 26 juta Muslim dibunuh oleh tentara Cina atau mati kelaparan karena ulah dari rezim.

- Tahun 1964, peraturan Cina menggunakan orang-orang Muslim di propinsi Xiang untuk percobaan nuklir sebagai akibatnya, orang-orang di daerah tersebut ditemukan meninggal karena penyakit dan lebih dari 20.000 anak-anak dilahirkan cacat. 210.000 orang-orang Muslim kehilangan hidup mereka sebagai akibat dari percobaan nuklir tersebut dan ribuan lainnya mengidap kanker atau lumpuh.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Islami, Kisah | 2 Komentar »

Jabal Rahmah, Tetap Kokoh Meskipun Diterjang Tsunami Kecil Situ Gintung

Ditulis oleh meisusilo di/pada 31 Maret 2009

Tatkala semua rumah hanyut terseret air bah dalam musibah jebolnya Situ Gintung, Masjid Jabal Rahmah tetap berdiri kokoh

(lihat indeks foto masjid-masjid yang tetap kokoh setelah diterjang tsunami)

Air mengalir deras akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (27/3) Subuh. Banjir bandang itu membuat ratusan rumah hanyut dan terhempas, termasuk sekitar 100 jiwa tewas akibat terbawa aliran air dengan kecepatan 600 kilometer perjam.

Akibat jebolnya tanggul tersebut, kawasan Situ Gintung seperti Tangerang Selatan dan sebagian wilayah Jakarta Selatan, porakporanda.

Namun ditengah terpaan air itu, tampak di tengah permukiman warga berdiri kokoh sebuah masjid yang dibangun setahun silam. Padahal masjid bernama Jabal Rahmah (dalam bahasa Indonesia berarti bukit penuh rahmat) itu juga ikut terkena hantaman air bah dari Situ Gintung.

Bangunan megah dengan cat warna kuning telur beratapkan seng dari hasil swadaya masyarakat setempat itu tak ambruk. Meskipun beberapa dinding, pinggiran lantai masjid pecah; namun bangunan masjid yang tak jauh dari tanggul Situ Gintung itu, masih berdiri kokoh bagaikan sebuah bukit.

Semua peralatan masjid hanyut terbawa air. Lantai masjid tertutup oleh lumpur, kata Husin, seorang warga di sana.

Menurut Husin, Masjid Jabal Rahmah dengan luas 150 M2 merupakan kebanggaan warga Muslim yang bermukim di kawasan Situ Gintung. Banyak kegiatan ke-Islama-an diadakan di masjid tersebut. Bahkan kegiatan remaja-remaja di kawasan Situ Gintung hampir setiap minggu diselenggarakan dengan mendatangkan seorang penceramah.

Kemarin, warga sekitar Situ Gintung ikut serta membersihkan masjid yang sejak peristiwa itu terjadi, sebagian tertutup oleh lumpur. Tim SAR ikut pula membantu dengan melakukan pembersihan tembok-tembok masjid.

Air bah yang datang itu, setelah masjid itu mengumandangkan adzan Subuh. Setelah adzan Subuh usai, baru air itu tumpah ruah ke permukiman warga termasuk menghantam Masjid Jabal Rahmah, tutur Arif Sugiono, seorang Pengurus Remaja Masjid Jabal Rahmah kepada Pelita, kemarin.

Anehnya, katanya, masjid itu tak mengalami kerusakan berarti. Tiang-tiang penyanggah masjid masih kokoh berdiri menopang sosok bangunan masjid itu. Ini adalah mukzijat dari Allah SWT, paparnya.

Sejak keberadaan masjid itu, paparnya, hampir setiap malam atau malam Jumat diadakan pengajian bersama untuk memperkokoh silaturahmi antar-warga. Anak remaja atau anak muda di kawasan Situ Gintung kerap memanfaatkan masjid itu sebagai ajang persabahatan dengan kegiatan mengaji.

Apalagi bila memasuki bulan Ramadhan, suasana setiap malam pasti semarak oleh berbagai kegiatan pengajian dan ceramah setengah jam, lalu diteruskan ke waktu sahur.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Islam, Islami, Kajian, Karomah | 1 Komentar »