Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang

Arsip untuk ‘Karomah’ Kategori

Jabal Rahmah, Tetap Kokoh Meskipun Diterjang Tsunami Kecil Situ Gintung

Ditulis oleh meisusilo di/pada 31 Maret 2009

Tatkala semua rumah hanyut terseret air bah dalam musibah jebolnya Situ Gintung, Masjid Jabal Rahmah tetap berdiri kokoh

(lihat indeks foto masjid-masjid yang tetap kokoh setelah diterjang tsunami)

Air mengalir deras akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (27/3) Subuh. Banjir bandang itu membuat ratusan rumah hanyut dan terhempas, termasuk sekitar 100 jiwa tewas akibat terbawa aliran air dengan kecepatan 600 kilometer perjam.

Akibat jebolnya tanggul tersebut, kawasan Situ Gintung seperti Tangerang Selatan dan sebagian wilayah Jakarta Selatan, porakporanda.

Namun ditengah terpaan air itu, tampak di tengah permukiman warga berdiri kokoh sebuah masjid yang dibangun setahun silam. Padahal masjid bernama Jabal Rahmah (dalam bahasa Indonesia berarti bukit penuh rahmat) itu juga ikut terkena hantaman air bah dari Situ Gintung.

Bangunan megah dengan cat warna kuning telur beratapkan seng dari hasil swadaya masyarakat setempat itu tak ambruk. Meskipun beberapa dinding, pinggiran lantai masjid pecah; namun bangunan masjid yang tak jauh dari tanggul Situ Gintung itu, masih berdiri kokoh bagaikan sebuah bukit.

Semua peralatan masjid hanyut terbawa air. Lantai masjid tertutup oleh lumpur, kata Husin, seorang warga di sana.

Menurut Husin, Masjid Jabal Rahmah dengan luas 150 M2 merupakan kebanggaan warga Muslim yang bermukim di kawasan Situ Gintung. Banyak kegiatan ke-Islama-an diadakan di masjid tersebut. Bahkan kegiatan remaja-remaja di kawasan Situ Gintung hampir setiap minggu diselenggarakan dengan mendatangkan seorang penceramah.

Kemarin, warga sekitar Situ Gintung ikut serta membersihkan masjid yang sejak peristiwa itu terjadi, sebagian tertutup oleh lumpur. Tim SAR ikut pula membantu dengan melakukan pembersihan tembok-tembok masjid.

Air bah yang datang itu, setelah masjid itu mengumandangkan adzan Subuh. Setelah adzan Subuh usai, baru air itu tumpah ruah ke permukiman warga termasuk menghantam Masjid Jabal Rahmah, tutur Arif Sugiono, seorang Pengurus Remaja Masjid Jabal Rahmah kepada Pelita, kemarin.

Anehnya, katanya, masjid itu tak mengalami kerusakan berarti. Tiang-tiang penyanggah masjid masih kokoh berdiri menopang sosok bangunan masjid itu. Ini adalah mukzijat dari Allah SWT, paparnya.

Sejak keberadaan masjid itu, paparnya, hampir setiap malam atau malam Jumat diadakan pengajian bersama untuk memperkokoh silaturahmi antar-warga. Anak remaja atau anak muda di kawasan Situ Gintung kerap memanfaatkan masjid itu sebagai ajang persabahatan dengan kegiatan mengaji.

Apalagi bila memasuki bulan Ramadhan, suasana setiap malam pasti semarak oleh berbagai kegiatan pengajian dan ceramah setengah jam, lalu diteruskan ke waktu sahur.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Islam, Islami, Kajian, Karomah | 1 Komentar »

Di Pipi Bayi itu, Tertulis Nama Pamannya

Ditulis oleh meisusilo di/pada 27 Februari 2009

image Mereka berbondong-bondong melihat salah satu rumah di dalam kamp pengungsi Ayedah yang menjadi tempat kelahiran bayi, oleh sebagian orang, dianggapnya sebagai karamah. Karena kelahirannya tepat pada malam Lailatul Qadr bulan Ramadhan 1424 (November 2003). Bayi ‘Ala’ ini banyak mengundang perhatian orang

Karena saat ia dilahirkan, di pipinya ada tanda besar bertuliskan nama pamannya berbahasa Arab ‘Ala’, yang kemudian menjadi nama sang bayi itu sendiri.

‘Ala senior sendiri adalah salah satu anggota Gerakan Perlawanan Islam HAMAS yang dibunuh pihak penjajah Israel karena dituduh akan merencanakan serangan berani ke sasaran Israel. Sang keluarga bayi menganggapnya ini adalah sebuah isyarat Ilahiah mendukung rakyat Palestina melawan Israel.

Eyad Hasan ‘Eyad (30 tahun) sang ayah dari bayi tersebut, kepada situs islamonline.net, mengatakan:”Kami dikarunia bayi itu pada malam berkah, malam lailatul qadr. Kami berdo’a kepada Allah Ta’ala agar menjadikannya sebagai orang baik dan penuh keberkahan.”

Ia melanjutkan, “Malam pertama ia dilahirkan, neneknya datang dan memberitahu bahwa sebuah mawar tertulis di pipi sang cucu. Mungkin neneknya tidak melihatnya dengan jelas. Pada hari kedua kelahiran, kami pergi ke rumah sakit dan nama ‘Ala itu terlihat jelas sekali.”

Sang ayah yang bekerja di tambang batu itu melanjutkan,”Kami sangat terkejut dengan pemandangan itu, karena pada awalnya aneh menurut kami. Hingga akhirnya semuanya menjadi biasa dan tidak ada yang istimewa. Namun setelah kami teliti lagi di pipi bagian kanan, kami menemukan tulisan ‘Ala ada di bagian tubuh si bayi.”

Adapun tentang nama si bayi, sang ayah bercerita:”Pada mulanya kami senang akan memberi nama si bayi, Muhammad atas permintaan ayah saya. Namun, akhirnya kami mengambil nama atas pertimbangan wasiat adiknya saya yang sudah syahid, lalu kami beri nama seperti namanya, ‘Ala.”

“Ketika saya melihat tanda itu, saya yakin bahwa ini hadiah pengganti adik saya, ‘Ala yang dikenal dengan keta’atan agamanya, puasa dan komitmen dengan ajaran agamanya, Islam,” tambah sang ayah gembira.

Sedangkan sang ibu, juga ikut berkomentar dengan mengatakan:”Tidurnya ‘Ala itu seolah-olah bagian dari kemukjizatan. Seakan-akan ia merupakan titipan Ilahi, sebab bayi ini selalu tidur miring ke kiri. Mengisyaratkan kepada semua yang melihat, lihatlah pipi kanan-ku!”

Hadiah dari Langit

Sedangkan kakek si bayi, Abu Emad (60 tahun) bagi dirinya seperti ‘hadiah dari langit’. “Sejak anak saya, ‘Ala gugur syahid, saya merasakan sangat kehilangan. ‘Ala jantung hati saya. Ketika saya menengok cucu baru dengan membawa nama ‘Ala di pipi kanannya, saya berbaik sangka. Dan saya berdo’a kepada Allah Ta’ala semoga ‘Ala diterima sebagai syahid di surga.”

Si kakek masih menambahkan, “Titipan ini akan mempengaruhi banyak bagi mental para pembunuh, serdadu Israel yang berusaha menghabisi putera-putera kami. Dan ini merupakan risalah kepada para penjahat itu bahwa para syahid kami adalah mulia, baik hidup maupun sudah mati.”

“Saya ingin sampaikan kepada Israel bahwa jika ia membunuh putera-putera kami dan mau dihabisi, mereka sudah terpatri dalam hati kami,” tambah sang kakek geram.

Bayi ‘ajaib’ ini melihat cahaya di rumah sakit Perancis di kota Bethlehem, dimana beratnya saat dilahirkan mencapai 3,8 kg. Sedangkan panjang tanda ajaib yang terletak di pipi kanan dengan tulisan ‘Ala mencapai sekitar 10 cm. Tiga huruf pertama dari sang syahid terlihat jelas sekali, sedangkan huruf keempat, hamzah, terlihat dibelakang telinga.

Sang nenek, Aisyah Eyad (58 tahun) saat menggendong sang bayi mengatakan bahwa puteranya, ‘Ala senior, menjadi anggota Hamas secara rahasia setelah mendapatkan pukulan dari pihak serdadu jahat Israel.

Ia juga menambahkan bahwa pasukan penjajah Israel bisa membunuh putera-putera Palestina, namun tidak bisa membunuh jiwa-jiwa mereka. Ia sendiri mengungkapkan harapannya agar Israel dan Palestina bisa mewujudkan perdamaian. Serta berharap agar cucunya ini nanti tumbuh besar jauh dari kekerasan.

‘Ala, Sang Syahid

Paman sang bayi, ‘Ala senior, adalah anggota Brigade Asy Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah gugur syahid bersama tiga orang lainnya, salah satunya seorang bocah perempuan (10 tahun) pada tanggal 25/03/2003. Ia dan bersama tiga lainnya gugur syahid dalam sebuah operasi militer Israel di dekat hotel ‘Shabrud’ di kota Bethlehem, Tepi Barat.

Dan salah satu keajaiban lainnya adalah ketika sang penyair Palestina, Muhammad Syahadah menyampaikan syair duka (ritsa’) atas kesyahidan ‘Ala, dua hari setelah kesyahidannya. Sang penyair, dalam bait syair itu, memperkirakan langit akan mengabadikan namanya dan dikirim ‘Ala yunior.

Lebih hampir 6 ribu penduduk dari berbagai kota, seperti Bethlehem, Hebron dan Al-Quds (Jerusalem, red.), baik muslim maupun kristen, berbondong-bondong melihat keajaiban tersebut. Salah satu di antara mereka adalah para dokter dan akademis dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Palestina. Ditambah pula para wartawan dan beberapa cannel televisi berdatangan ke rumah bayi untuk melihat langsung keajaiban itu.

Keluarga bayi juga sempat menerima sambungan telepon dari para penduduk dan lembaga, baik lokal maupun asing.

Pendapat Tim Dokter

Para dokter tidak bisa memastikan tentang tafsiran tanda-tanda yang ada di pipi sang bayi. dr. Hussam Khuraem, ahli di bidang penyakit kulit dan sekarang bekerja Asosiasi Medis di Nablus Tepi Barat, pernah mengomentari dengan mengatakan:”Kondisi seperti ini bisa ditafsiri sebagai akibat efek dari ibunya saat masa hamil melihat kondisi banyaknya orang Palestina yang gugur syahid akibat dibantai serdadu Israel.”

Tentang pengaruh tanda tersebut pada kesehatan bayi, dokter ini mengatakan:”Ini hal biasa dan tidak akan berpengaruh pada kesehatannya,” sambil menambahkan bahwa tanda itu akan tetap menempel di kulit si bayi hingga ia tumbuh dewasa. Terlebih-lebih jika itu hanya sekedar tanda biasa dan bukan akibat dari saluran darah.

Tentang ucapan ibu sang bayi bahwa anaknya sering tidur miring sebelah kiri sehingga tanda itu nampak jelas, dokter Palestina ini mengatakan:”Hal ini biasa-biasa saja dan tidak ada kaitannya dengan adanya tanda tersebut.”

Akan tetapi seorang dokter ahli penyakit kulit dan reproduksi di Kairo, dr. Abdussalam Al-Dhahiri, melihat dari sisi lain tentang sebab tidak maunya sang bayi tidur miring sebelah kanan, dengan mengatakan:”Bisa jadi sebabnya adalah tanda itu atau semacam tahi lalat. Terutama jika hal tersebut adalah tahi lalat dari aliran darah, karena jenis tahi lalat seperti itu mengakibatkan kesakitan diakibatkan pembekakan pembuluh darah di tempat adanya tanda.”

“Dan jika tahi lalat itu dari jenis bunga karang, dan ini kemungkinannya besar sekali, maka kebanyakan tanda itu akan hilang saat sang bayi berusia lima tahun,” tambah dokter Mesir tersebut.

Kisah bayi ajaib tersebut, pertama kali dilaporkan oleh Reuters, sebelum diekspos oleh berbagai media internasional dalam berita headline. Tanda kelahiran yang terlihat jelas sepanjang 10 cm itu, berakhir di telinga kanan si bayi.

Ia diberi nama Alaa, nama pamannya yang telah syahid. Pamannya adalah anggota Hamas yang dibunuh pasukan khusus Israel pada tanggal 25 Maret di Betlehem, tempat yang diyakini kaum Nasrani sebagai tempat kelahiran Jesus Kristus. (fui/sabili)

Ditulis dalam Karomah, Palestina | Leave a Comment »

Ayat-ayat Ar-Rahman dalam Perang Al-Furqan

Ditulis oleh meisusilo di/pada 12 Februari 2009

sig_14922AllahTidak kebetulan bahwa perang yang dialami oleh rakyat Palestina di Gaza dengan penuh ketegaran dan sabar disebut dengan perang Al-Furqan. Penamaan itu sudah takdir Allah/ perang ini adalah perpanjangan dari perang Badar yang dinamakan Allah Maha Kuasa pada Hari Al-Furan dimana bertemua dua kelompok.

Dalam peperangan Badar kebersamaan Allah sangat tampak dengan pertolongan-Nya kepada orang yang beriman yang jumlahnya sedikit. Bahkan Allah mentadbir dan mengatur peperangan itu dengan mengerahkan malaikat untuk beperang dengan orang-orang yang beriman, malaikat memberikan rasa kantuk kepada orang mukmin untuk keamanan dan ketenangan bagi mereka, menurunkan air dari langit untuk untuk membersihkan orang-orang beriman dari kotoran setan dan mengikat hati-hati mereka dan meneguhkan kaki-kaki mereka, Allah mewahyukan kepada para malaikatnya untuk mengatakan :

“أني معكم فثبتوا الذين آمنوا سألقي في قلوب الذين كفروا الرعب”

“Bahwa Aku bersama kalian, maka kukuhkanlah pendirian orang-orang yang beriman. Akan kami berikan ketakutan dalam hati orang-orang kafir,” (Al-Anfal: 12)

Malaikat ikut memerangi orang-orang musyrik :

“فاضربوا فوق الأعناق واضربوا منهم كل بنان”

“Maka pukullah atas leher-leher mereka dan pukulah ujung jari-jari mereka”

Dan bidikan lemparan rasulullah yang mengena kepada sasaran :

“فلم تقتلوهم ولكن الله قتلهم وما رميت إذ رميت ولكن الله رمي “

“Maka tidaklah kalian yang membunuh mereka (orang kafir) tapi Allah yang membunuh mereka, dan tidaklah engkau yang melempar ketika engkau melempar namun Allah yang melempar” (Al-Anfal: 17)

Allah memperlihatkan jumlah orang-orang musyrik di mata Rasulullah dalam mimpinya dengan jumlah sedikit, dan Allah memperlihatkan di mata orang-orang mukmin jumlah orang-orang kafir sedikit. Ketika dua kelompok ini bertemu maka orang-orang kafir melihat jumlah orang mukmin dua kali lipat. Allah menolong siapa saja yang dikedendaki. Semua itu adalah karamah di pertempuran Al-Furqan.

Dalam pertempuran Al-Furqan di Gaza beberapa bulan lalu, sangat tampak kebersamaan dan dukungan pertolongan Allah kepada para mujahidin dan bahkan manusia secara umum. Allah memberikan sejumlah karamah kepada mujahidin untuk memberikan keteguhan di hati mereka. Itu tidak aneh dan asing. Para ulama menegaskan dengan dalil kuat bahwa para malaikat yang turun di perang Badar untuk berperang bersama orang-orang mukmin itu tidak khusus untuk ahli Badar namun umum untuk semua golongan orang-orang yang beriman; jika mereka ikhlas dan benar dalam jihadnya untuk meninggirkan kalimat Allah dan menegakkan syariat-Nya. Sejumlah mujahidin yang berada di medan jihad di Gaza menceritakan cerita-cerita yang terjadi dengan mereka yang membuat mereka tenang hatinya.

Karomah

Karomah pertama adalah ketegaran para mujahidin di medan perang yang digempur habis pesawat tempur di atas mereka, tank di sekeliling mereka. Namun mereka tetap berperang tanpa rasa gentar. Orang-orang yang menyaksikannya memiliki prasangka macam-macam terhadap Allah dan orang-orang seakan terguncang gempa bumi dengan dahsyat. Factor-faktor pertolongan di bumi sudah habis dan hanya ada pertolongan dari Allah. Maka Allah melimpahkan karamah kepada mereka. Dalam peperangan yang pernah dialami kaum muslimin sepanjang sejarah banyak kisah-kisah yang tentang karamah ini.
Salah satu karamah terjadi di desa Migraqah. Dimana sejumlah mujahidin melihat dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka melihat sebuah rumah dihancurkan Israel dengan bom besar sehingga khawatir akan merembet ke rumah sebelanya. Dalam kebakaran hebat itu, mereka melihat seorang mujahid berdoa kepada Allah dengan menangis: “Wahai Allah yang menjadikan api dingin dan keselamatan bagi Ibrahim, padamkan api dengan kehendak-Mu” hanya selang tiga menit api itu padam. Maka para mujahidin yang turut menyaksikan itu menangis semua karena mereka merasakan Allah menolong dan mengabulkan doa mereka.

Masih pertempuran di Migraqah dimana pesawat-pesawat tempur Israel menggempur dan mengepung mujahidin dari atas mereka. Mereka tidak dapat bergerak. Tiba-tiba datang mendung yang memayungi mereka dan menutupi pesawat tempur Israel untuk melihat bumi. Maka para mujahidin bergerak menghindari tempat itu.

Ada juga cerita seorang mujahidin yang mengalami sendiri bersama rekan-rekannya yang sedang berada di sebuah rumah. Rudal dan misil dari pesawat dan tank Israel menggempur habis mereka, namun tak seorangpun terkena serangan itu. Sebagian kami merasa takut. Namun tiba-tiba ia mengajak kami menghadang tank-tank Israel yang menyerang kami sehingga Allah memberikan pertolongan untuk meledakkan beberapa tank yang ada. Maha Suci Allah yang menurunkan ketenangan dalam hati-hati orang yang beriman sehingga keimanan dan Allah memiliki tentara-tentara di langit dan bumi dan Allah Maha Perkasa dan Bijaksana. 

Seorang mujahid menceritakan kepada penulis bahwa mereka melihat dua tank meledak dan terbakar di tempat mereka memasang bom ranjau. Ketika kami menghampiri dua tank Israel yang meledak, ternyata bom yang kami menemukan bom ranjau yang kami pasang belum meledak. Seorang mujahid lain menceritakan bahwa ia sendirian ketika setelah memasang bom ranjau. Beberapa saat kemudian ia sudah dikepung tank-tank Israel. Ia diberondong oleh tank-tank itu. Ia berbisik dalam dirinya, carilah tempat lebih aman. Namun ia mendengar suara tanpa wujud; tetap di tempatmu. Maka dia tetap berdiri di tempatnya tiba-tiba ketenangan merasuk dalam hatinya dan Allah memberikan pertolongan dengan meledaknya tank Israel. Seorang mujahidin lain menceritakan bahwa ketika dia hendak melepaskan misil, ia merasa ada yang membetulkan bidikannya ke kanan dan kiri sedikit.

Penulis sendiri mencium aroma wangi yang keluar dari kantong jasad kaku sang Syahid Abdullah As-Shanik padahal sudah 20 hari terbungkus. Aroma yang sama juga penulis cium dari jasad Syahid Musa Hasan Abu Nar yang terbunuh dan darahnya mengucur di lantai masjid. Meski darah itu dibersihkan namun aroma itu masih wangi. Bukan hanya penulis yang menciumnya namun yang lain juga demikian. Ini untuk meyakinkan penulis akan kebenaran jalan dan langkah Rasulullah saw meski orang-orang kafir dan munafik benci.

Bahkan kesaksian-kesaksian pasukan Yahudi yang disiarkan oleh Chanel 10 Israel bahwa mereka menyaksikan sosok aneh yang mereka yakini sebagai hantu yang keluar dari bumi dan memerangi mereka. Kesaksian seorang prajurit Israel yang buta akibat dilempar seorang laki-laki berpakaian putih-putih di matanya.

Bahkan ketakutan yang dicampakkan di hati-hati orang yahudi menjadikan mereka yang memiliki senjata jauh lebih canggih dari senjata kaum mujahidin ketakutan menyerang permukiman warga dan hanya menyerang anak-anak, wanita, kakek, nenek dan sipil yang tidak membawa senjata.

Wahai warga Gaza, para mujahidin yang sabar dan tegar, Allah bersama kalian kalian membuat perang kemuliaan di Gaza dan kalian tulis sejarah yang di lembaran bersinar, kalian kalahkan legenda militer Israel yang konon tak terkalahkan, kalian tanamkan ruh jihad di dalam umat meski dengan pengorbanan dan penghancuran rumah-rumah, meski mengorbankan syuhada dan luka-luka, kalian jual jiwa-jiwa kalian dan harta kalian dengan surga dan Allah membelinya, maka bergembiralah dengan perdagangan kalian dan itulah kemenangan yang besar.

Bagi-Mu ya Allah segala pujian dan bagi-Mu segala syukur, semua urusan dikembalikan kepada-Nya, yang terang dan rahasia, segala puji dengan Islam, Iman, Al-Quran, dengan ribat, jihad, sehingga Engkau mudahkan urusan kami dalam mengalahkan musuh kami, dan Engkau tolong mujahid kami. Segala puji bagi-Mu sesuai dengan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.(Infpls/sbl)

Ditulis dalam Karomah | Leave a Comment »