WASHINGTON – Angka pengangguran di Amerika Serikat kini telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah AS. Hal tersebut terlihat dengan banyaknya permohonan baru untuk menerima tunjangan pengangguran di AS.
“Terdapat sebanyak enam juta orang di Amerika Serikat yang menerima tunjangan pengangguran,” seperti dikutip dari pernyataan departemen tenaga kerja AS yang dirilis pada hari Kamis waktu setempat (Jumat WIB, Red), “walaupun angka pengangguran AS awalnya menurun dari 663.000 orang menjadi 610.000 orang hingga pekan lalu.”
Angka tersebut jauh berada dibawah perkiraan para analis yang memberikan kisaran angka 655.000 dan mencapai tingkat terendah sejak akhir Januari. Angka pengangguran tersebut diklaim sebagai angka pengangguran tertinggi sejak 26 tahun yang lalu.
Para pemilik perusahaan sibuk mengurangi tenaga kerja dan melakukan tindakan-tindakan lainnya untuk menurunkan biaya operasional perusahaan, agar perusahaan dapat bertahan di tengah badai krisis yang membuat berkurangnya jumlah konsumen dan rekanan bisnis. Resesi yang terjadi sekarang, kini telah mencapai bulan ke 17, merupakan krisis terpanjang sejak Perang Dunia II.
Dalam hasil sebuah jajak pendapat pribadi yang digelar pada hari Rabu lalu, tercatat sudah 742.000 orang yang kehilangan pekerjaan dalam bulan Maret. Perusahaan kelas menengah dan kecil merasakan dampak yang paling besar, menyumbangkan 614.000 dari keseluruhan angka pemecatan (742.000), sementara pengurangan tenaga kerja di perusahaan besar lebih sedikit. Demikian seperti dilaporkan Automatic Data Processing Inc. dan Macroeconomic Advisers LLC.
Minggu ini, terdapat lebih banyak lagi PHK. 3M Co, produsen Scotch Tape, Post-It Notes dan produk-produk lainnya, mengatakan bahwa pihaknya berniat memecat 1.200 orang karyawan, atau 1,5 persen dari keseluruhan tenaga kerja, karena gelombang krisis ekonomi. Angka tersebut lebih kecil dari angka keseluruhan di AS, namun angka tersebut termasuk besar di negara bagian Minnesota. Jumlah tersebut sudah termasuk PHK yang dilakukan dalam empat bulan pertama 2009.
Dalam kesempatan lain, distributor produk kesehatan, Cardinal Health Inc. mengatakan bahwa pihaknya berniat memecat 1.300 orang karyawan, atau 3 persen dari seluruh karyawannya, perusahaan pembuat peralatan semikonduktor, KLA-Tencor Corp. mengatakan bahwa pihaknya akan mengurangi 600 orang tenaga kerja, atau sekitar 10 persen dari total karyawan yang dipekerjakan.
Diantara semua negara bagian, California dilaporkan mengalami peningkatan paling besar dalam hal pengajuan permohonan tunjangan pengangguran. Sebanyak 6.700 orang sudah diberhentikan, kebanyakan dari bidang konstruksi dan industri jasa.
Sebaliknya di Texas, jumlah penerima tunjangan pengangguran malah menyusut 4.822 orang, kebanyakan perusahaan hanya memberhentikan sedikit karyawan.
Departemen perdagangan AS menyatakan bahwa bulan lalu, pembangunan rumah-rumah baru menurun hingga 10,8 persen. Setiap musimnya, umumnya terdapat 510.000 unit rumah baru yang dibangun, angka tersebut menjadi angka terendah kedua sejak 50 tahun.
Pengajuan ijin mendirikan bangunan, yang dipandang sebagai salah satu cara cerdas untuk mengantisipasi masa yang akan datang, juga ikut menurun. Hingga bulan Maret lalu, angkanya baru menembus 513.000 unit, lebih rendah dari angka 550.000 yang diperkirakan oleh para ekonom.
Sementara itu, harga saham AS anjlok dalam perdagangan bursa pagi hari. Anjloknya harga saham AS tersebut terjadi setelah perusahaan perbankan raksasa AS, JP morgan Chase dilaporkan mencapai hasil yang diluar perkiraan, penghasilannya mencapai $2,4 miliar dalam catur wulan pertama tahun ini, dengan rata-rata indeks Dow Jones yang melemah 62,93 poin atau 0,8 persen menjadi 7,966,69.
Gelombang resesi terparah sejak berpuluh tahun lalu, yang kini tengah menghantam AS, telah mengakibatkan lima juta tenaga kerja terkena PHK. Hal tersebut membuat angka pengangguran AS meningkat hingga 8,5 persen pada Maret tahun ini.
Paket stimulus pemerintahan Obama senilai $787 miliar, yang disetujui oleh kongres pada Februari lalu, adalah salah satu upaya AS untuk menghadapi resesi ekonomi dengan memberikan suntikan dana bagi proyek pekerjaan umum, untuk tambahan tunjangan pengangguran, dan membantu negara-negara bagian agar tidak memotong anggaran daerah.
Bank federal cadangan AS mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan angka pengangguran AS akan “meningkat tajam hingga awal tahun depan sebelum akhirnya menjadi stagnan di tingkat yang tinggi, dan hal tersebut akan berlangsung hingga akhir tahun,” seperti dikutip dari pernyataan pihak Bank pada bulan Maret.
Banyak ahli ekonomi yang memperkirakan bahwa angka pengangguran akan mencapai 10 persen dari penduduk AS pada akhir tahun ini.
Namun, presiden AS Barack Obama, minggu lalu mengatakan bahwa bahwa dirinya melihat bahwa cahaya harapan dalam perekonomian AS terus meredup, dan semakin dihantam dengan krisis hipotek perumahan AS, kegagalan sejumlah institusi keuangan dan kekacauan pasar global.
“Jika kita semua bisa tetap tegar dalam mengatasi keadaan sulit ini, maka saya sepenuhnya yakin bahwa keadaan ekonomi negara kita akan berangsur-angsur kembali normal,” kata Obama dalam sebuah konferensi pers.
Namun, Obama tidak lupa menambahkan bahwa situasi ekonomi AS saat ini tengah berada dalam tekanan yang sangat berat, dia juga mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. (dn/aljz/ap/SuaraMedia)








.jpg)









University Of Balerm-Siciliy
Penguasa Muslim hanya membebankan pajak kepada penganut agama Nasrani. Hak milik dan usaha mereka dilindungi penguasa Muslim. Pun demikian terhadap warga Yahudi yang berada di kawasan kota pantai. Penguasa Muslim menghormati hak hidup dan melindungi kebebasan umat beragama lain dalam menjalankan ibadah.
Politisi sayap kanan Belanda, Geert Wilders, kembali membuat ulah. Anggota parlemen yang dikenal sangat Islamfobia itu berencana membuat sekuel film Fitna yang berisi hujatan dan penistaan terhadap ajaran Islam. Dia tampaknya tak jera dengan hukuman yang tengah mengancamnya akibat ulahnya menghina Islam lewat filmnya itu yang dirilisnya pada 27 Maret 2008.