Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang

Arsip untuk ‘Bosnia’ Kategori

Sohan, Harta Kazakhstan Yang Baru Ditemukan

Ditulis oleh meisusilo di/pada 11 April 2009

“Apakah kalian ingat masa Tsar Nikolai berkuasa? Kapan Pasukan Merah datang dan kapan Vladimir Lenin meninggal? Saya masih. Maka, coba tebaklah berapa usia saya?”

Perempuan itu punya ingatan yang luar biasa, meskpiun usianya sudah sangat senja. Ia ibarat harta Kazakhstan yang baru ditemukan. Namanya Sohan Dosova. Berdasarkan dokumen yang ia miliki, perempuan itu berusia 130 tahun.

Paspor Uni Soviet dikeluarkan pada awal 1980-an menyebutkan bahwa Sohan Dosova lahir di daerah Karaganda pada 27 Maret 1879. Keberadaannya diketahui setelah pemerintah Kazakhztan mengadakan sensus nasional terbaru.

“Ini adalah temuan yang sangat unik,” kata Ludmila Kolesova, kepala badan statistik daerah Karaganda.

“Mengikuti standar internasional, kami biasanya tidak meminta bukti tanda pengenal ketika melakukan sensus. Namun ketika menemui Sohan Dosova, kami merasa harus memeriksa dokumennya dan mencek informasi ini kepada departemen layanan masyarakat. Mereka yang akan mengkonfirmasi tanggal kelahirannya.”

Sohan Dosova masih bisa berjalan, sekalipun dengan penuh kehati-hatian, dan dibantu dengan tongkat. Ia makan dengan lambat, dan makanan kesukaannya adalah roti yang dicelupkan ke dalam teh. Sohan mengunyah makanannya dengan satu giginya yang tersisa.

Ia masih bisa melihat, tetapi mempunyai masalah pendengaran, sehingga komunikasi dilakukan dengan bantuan cucu-cucunya.

Sohan mempunyai 10 orang anak, tiga di antara mereka masih hidup, selebihnya sudah mendahuluinya menghadap Yang Maha Kuasa. Anak lelakinya mempunyai tujuh orang anak. Seorang di antara dua anak perempuannya memiliki enam orang anak, dan yang lain, 22 anak.

“Generasi paling kecil adalah cicit,” kata Gulgoim (53), salah satu anak cucu tertua Sohan, namun tidak memberikan informasi yang jelas mengenai jumlah cicitnya.

Sohan Dosova menjalani seluruh hidup di Aul, sebuah desa di wilayah tengah Karaganda, jantung industri Kazakhstan. Di wilayah tersebut, sebagaian besar penduduk bermata pencaharian sebagai pekerja pertambangan Batu Bara. Semipalatinsk, tempat percobaan nuklir Uni Soviet yang pertama, dekat dengan tempat tinggal Sohan.

Beberapa cucu Sohan sakit mental. Mereka mereka adalah sebagian kecil dari ribuan orang yang disinyalir menjadi korban percobaan nuklir Uni Soviet. Tetapi Sohan tetap sehat.

“Ia pintar, cekatan dan aktif,” kata Valentina Shamardina, seorang dokter keluarga dengan 40 tahun pengalaman.

“Seumur-umur saya berkarir, saya belum pernah menemukan kasus seperti ini.  Saat saya pertama kali datang untuk melakukan pemeriksaaan, saya memintanya memperlihatkan pasport dan ternyata benar….. Saya belum pernah mendengar orang hidup selama Sohan.”

Usianya sebetulnya mustahil. Namun media lokal yakin ia adalah wanita yang paling tua di Kazakhstan. Sejak hasil sensus diumumkan, wartawan sering sekali berkunjung ke apartemen Sohan yang sempit di lantai lima.

“Tempat ini terlalu kecil, sejujurnya saya ingin flat yang lebih besar,” kata Sohan. “Terlalu banyak orang yang tinggal di sini, tidak ada cukup tempat.”

Tentu saja keluarganya berharap bahwa perhatian media mungkin akan menghasilkan perbaikan bagi kondisi hidup Sohan.

Namun hingga kini, tak satu pun dermawan datang. Oleh sebab itu, Sohan terus melanjutkan hidupnya yang sederhana pada usianya yang semakin menua dengan menonton televisi, tertawa dan tersenyum.

Cucu perempuannya, Nuken, menyatakan dirinya suka sekali menari, tetapi kata Sohan dia terlalu tua untuk melakukan itu sekarang.

“Saya tidak bisa menari, lutut saya sakit… Tapi saya bisa bernyanyi,” dan Sohanpun mendendangkan sebuah lagu Kazakhstan kesayangannya dengan suara yang bergetar. (arrahmah)

Ditulis dalam Bosnia, Islam | Leave a Comment »

Kisah Mujahidin : Sayyad Al-Filistini

Ditulis oleh meisusilo di/pada 3 Januari 2009

mujahidin

Sayyad al Filistini, syahid pada 12 Desember 1995 dalam usia 18 tahun, dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-19.

Sayyad berasal dari sebuah keluarga asal Palestinia yang bermuki m di Inggris. Ia lahir di London selatan. Saat ia kecil, keluarganya beremigrasi ke Saudi Arabia. Di sanalah ia menghabiskan masa kecilnya. Ketika menginjak remaja ia kembali ke Inggris.

Sayyad seorang remaja yang ceria, ia sering bercanda dan tertawa. Saat berumur enam belas tahun, untuk pertama kalinya ia mendengar mengenai konflik Bosnia dari sebuah khutbah yang diberikan seorang pemuda yang pernah terlibat jihad di Bosnia. Saat itu telah timbul keinginannya untuk berangkat ke Bosnia.

Kemudian ia memasuki perguruan tinggi. Di sana ia terpilih menjadi amir organisasi mahasiswa islam. Dengan semakin banyak pengetahuan Islamnya, keinginannya untuk berjihad di Bosnia hidup kembali. Ia mulai bekerja dan memberikan penghasilannya pada ibunya untuk menopang keluarganya. Sisa penghasilannya dikumpulkan untuk persiapan berjihad. Masya Allah, lihatlah kesabarannya. Ia menolak sumbangan orang lain, karena ingin berangkat jihad dengan hasil keringatnya sendiri.

Akhirnya Sayyad memberitahukan keinginannya untuk berjihad ke Bosnia, dan ibunya benar-benar mendukung, ia ingin anaknya berangkat.

Setelah persiapan berbulan-bulan, ia telah benar-benar siap. Dua orang sahabat muslimnya mengantar Sayyad ke stasiun Victoria Coach. Mereka melihat Sayyad tampak sedih, tidak seperti biasanya, dan berupaya menggali penyebabnya. Akhirnya Sayyad mengutarakan bahwa ia merasa sedih berpisah dengan ibunya.

Akhirnya ia tiba di Bosnia, dan memasuki kamp pelatihan. Ia disukai baik oleh para mujahidin asing dan bosnia, karena keramahan dan keceriaannya. Ia dapat berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris, dan cepat akrab dengan mujahidin bangsa Bosnia.

Setelah pelatihannya selesai, ia pergi ke base camp. Sayyad melakukan tugas jaga di pegunungan, juga ikut dalam beberapa operasi. Ia selalu berbicara tentang syahadah… ia berbicara begitu sering tentang syahadah. Saat rencana penyerangan didiskusikan, wajahnya tampak bercahaya, ia selalu memberikan saran dan menyebut-nyebut syahadah.

Akhirnya musim panas 1995 berlalu, beberapa temannya dari Inggris pulang ke negaranya, namun Sayyad tetap berada di Bosnia dan datanglah musim dingin. Di tengah dinginnya musim salju Bosnia, sifat-sifat Sayyad mulai berubah. Ia mulai rajin shalat malam dan selalu membaca al-Qur’an. Suatu hari ketika ia duduk bersama teman-teman yang sedang bercanda dan tertawa, air matanya mengalir dan dengan marah ia menegur mereka. “Saat ini orang-orang kafirlah bisa tertawa-tawa, karena mereka yang berkuasa, sedangkan kaum muslimin saat ini tidak berkuasa, namun mereka juga tertawa-tawa“, begitu ujarnya.

Sayyad juga mulai membaca buku mengenai sunnah Rasulullah SAW, dan segera mempraktekkan apa yang dipelajarinya begitu ada kesempatan.

Suatu hari pada bulan Desember, ia menelpon ibunya dan memintanya mengirimkan uang, karena Sayyad berniat untuk pulang selama beberapa waktu. Namun pada hari minggu 10 Desember 1995, Sayyad menelpon kembali dan mengatakan agar ibunya tidak mengirimkan uang padanya, karena ia membatalkan niatnya.

Pada hari selasa siang, tanggal 12 Desember 1995 itu, saat ia berada di dalam basecamp, sebuah mobil van yang berisi bahan peledak meledak, dan Sayyad berada di sebelahnya. Tubuhnya terlontar ke udara dan ia syahid seketika. Selain Sayyad terdapat beberapa orang lainnya di sebelah van tersebut, namun ajaibnya mereka tidak terluka sedikitpun, meskipun timbul kerusakan material pada daerah yang luas.

Rupanya Allah telah memilih Sayyad sebagai syahid. Subhanallah…pada malam sebelum syahidnya Sayyad, ibunya, Ummu Sayyad bermimpi melihat sebuah rumah yang indah di langit. Sebuah suara berkata padanya, ’Inilah rumahmu, engkau mulai membangunnya sejak 20 tahun lalu, dan hari ini rumah ini telah selesai.’

Apa arti mimpi ini? Sayyad telah syahid dua hari sebelum ulang tahun ke-19 nya. Jika engkau menambahkan sembilan bulan saat ia berada dalam rahim, dan engkau mengeceknya berdasarkan tahun hijriah… maka tepat 20 tahun hijriah hingga syahidnya Sayyad Al Filistini.

Dan dua minggu kemudian, Ummu Sayyad mendapat sebuah mimpi, dimana seekor burung kecil dengan sayap bercorak loreng terbang mengelilinginya. Burung itu kemudian hinggap pada Ummu Sayyad dan mencium pipinya. Subhanallah

Dari Buku :

Mereka Yang Dipilih Allah – Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia

abuhamdi@hutchcity.com (www.abuhamdi.wordpress.com)

Ditulis dalam Bosnia, Islami, Jihad, Karomah, Kisah, Mujahidin | Leave a Comment »

Kisah Mujahidin : Abu Muaz Al-Kuwaiti

Ditulis oleh meisusilo di/pada 3 Januari 2009

clip_image002

mujahidin Abu Muaz Al-Kuwaiti (Adil Al-Ghanim), berasal dari Kuwait. Komandan Mujahidin Asing. Syahid dalam operasi Miracle pada tanggal 21 Juli 1995, sebuah operasi militer yang dilakukan untuk merebut kembali wilayah Muslim yang dirampas tentara Serbia. Berumur akhir dua puluh.

Kisah dari orang pertama. Abu Muaz adalah anak seorang gubernur di Kuwait. Ia juga seorang atlet nasional Kuwait. Ia memegang rekor nasional Kuwait dan pernah mengikuti Olimpiade. Abu Muaz mengikuti jihad di Afghanistan selama enam tahun. Dalam masa itu, setiap beberapa bulan ia kembali ke Kuwait untuk menggalang dana dan kesadaran kaum muslimin tentang Jihad di Afghanistan. Ia berkeliling ke masjid-masjid di Kuwait, dan berdiri memberikan ceramah seusai shalat berjamaah, untuk mengingatkan mereka tentang kewajiban membantu saudara-saudara seiman di Afghanistan.

Abu Muaz tiba di Bosnia pada 04 Mei 1994 dan segera dipercaya menjadi komandan mujahidin asing, karena pengalaman militer dan organisasinya selama jihad di Afghanistan.  

Ia seorang mujahid yang sangat tawadhu.

Dalam Operation Miracle di bulan Juli 1995, karena posisinya yang senior, Abu Muaz tidak ditempatkan dalam regu penyerbu. Hal ini membuatnya sangat sedih. Setelah operasi ini selesai, Abu Muaz pergi ke puncak gunung dan mengkonsolidasi pasukannya. Ia kemudian terkena tembakan di kakinya dan gugur sebagai syuhada. Empat hari kemudian, seorang mujahid yang berasal dari Madinah Al-Munawarrah yang juga berjihad di Bosnia melihatnya di dalam mimpi. Ia melihat Abu-Muaz kembali ke masjid di dalam kamp mujahidin di garis depan.

Mujahid itu menuturkan,”Saya melihat Abu-Muaz bertemu dengan para mujahidin, semua orang tampak gembira bertemu kembali dengannya. Tampak kaki bagian atasnya dibalut, tepat dimana ia tertembak. Saya merasa kesal, bagaimana mungkin ia berada di sini jika ia seharusnya syahid? Maka saya dekati dia, kemudian saya bersalaman dengannya dan bertanya, ‘Abu-Muaz, mengapa engkau di sini? Apakah engkau syahid atau tidak?’Ia berpaling dan tidak mengatakan apa-apa. Kemudian, saat tidak ada yang melihatnya, ia segera menuju ke pintu keluar masjid. Saya tahu dia akan keluar dan pergi, jadi saya menunggunya di pintu keluar masjid. Ia meninggalkan masjid dan pergi keluar. Kemudian saya melihat sebuah lempengan di bawahnya yang mengangkatnya naik ke arah langit. Saya kemudian mengejarnya, menangkap kakinya dan berkata, ‘Abu-Muaz! Saya mohon beritahu saya apa yang terjadi! mengapa engkau di sini? Apakah engkau syahid atau tidak?’

Ia menjawab, ‘Ya, saya syahid.’

Saya bertanya padanya, ‘Seperti apa mati syahid itu?’ 

Ia menjawab, ‘Pada hari operasi itu, sebuah jendela terbuka di langit menuju surga dan semua mujahidin yang akan syahid pada hari itu pergi melalui jendela itu langsung menuju surga.’

Saya kemudian bertanya ,’Bagaimana rasanya mati syahid?’

Ia menjawab,’Engkau tidak merasakan apapun. Begitu engkau mati, muncul dua gadis cantik berambut pirang yang mengantar engkau ke surga.’

Aku bertanya, ‘Seperti apa surga itu?’

Abu-Muaz menjawab, ‘Bukan cuma satu surga, tapi banyak surga!’

Saya bertanya lagi, ‘Bagaimana dengan kenikmatan dan kesenangannya?’

Ia menjawab, ‘Setiap hari dan di setiap tempat.’

Abu-Muaz kemudian berkata,‘Sekarang lepaskanlah aku.’

Maka saya kemudian bertanya pada Abu-Muaz,‘Satu pertanyaan terakhir, dapatkah engkau memberitahu saya, apakah saya akan mati syahid?’

Abu-Muaz mengatakan, ‘Saya tidak dapat mengatakannya padamu’

Maka saya kemudian bertanya, ‘Dapatkah engkau memberitahu saya, dengan datang dalam mimpiku beberapa hari sebelum saya mati?’

dan Abu-Muaz menjawab, ‘Saya akan mencoba. Sekarang lepaskanlah saya.

Seorang mujahid lainnya yang mengenal Abu Muaz dengan dekat menceritakan:

“Ia seorang yang sangat kaya di Kuwait, namun masih mengingat kewajibannya terhadap Jihad. Ia menghabiskan enam tahun di Afghanistan dan setelah perang Afghanistan selesai, ia datang ke Bosnia. Saudaraku ini berbicara sangat singkat, namun jika ia bicara, ia akan memberikan pelajaran tentang Islam dan berita akan apa yang terjadi di Bosnia. Dan bila ia berbicara, ia membuatmu merasa senang. Bahkan jika berita itu berita yang paling buruk sekalipun, ia membuatmu merasa senang mendengarnya. Karena akhlak baiknya dan pengalaman organisasionalnya, para ikhwan mujahidin memilihnya menjadi komandan seksi mujahidin asing.

Sebuah nikmat yang Allah berikan padanya adalah tafsir mimpi. Para mujahidin biasa bertanya tentang mimpi mereka padanya dan ia akan menjelaskan artinya, dan sangat sering penjelasannya sesuai dengan kenyataan. Saudaraku ini bekerja siang dan malam untuk Islam dan saudara-saudara mujahidin lainnya.

Dan pada operasi Miracle Allah mengambilnya sebagai seorang syahid. ”

Ketika masih hidup, Abu Muaz pernah bercanda,‘Jika saya mati, jika Allah menerima saya sebagai syuhada, ambillah gambar wajah saya dari kiri ke kanan, agar orang-orang dapat melihat apakah ini wajah seorang Arab atau bukan!’

Ia mengatakan ini untuk menjawab orang-orang yang membantah adanya kehadiran mujahidin asing di Bosnia.

Nyawanya meninggalkan tubuhnya dengan sebuah senyum khas di wajahnya dan video kamera mengambil gambar wajahnya dari berbagai sudut, sebagai bukti akan dua hal: (i) bahwa ini adalah seorang mujahid asing yang bukan berasal dari Bosnia dan (ii) untuk menunjukkan bahwa sebagian mujahidin syahid dengan senyum di wajah mereka.

Semoga Allah menjadikan engkau tetap tersenyum, wahai Abu Muaz, dan mengangkatmu bersama barisan para Nabi dan para mujahidin yang syahid sebelummu. Amin.

“Sesungguhnya tetesan darah yang pertama kali tercucur dari salah seorang di antara kalian, menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosanya oleh Allah, sebagaimana Dia merontokkan dedaunan dari dahan pepohonan, dan dua orang bidadari bergegas menyongsongnya, serta mengusap debu yang menempel di wajahnya, keduanya berkata,’Selamat datang bagimu.’ Dan dia pun menjawab,’Selamat datang bagi kalian berdua.“ (Hadits Riwayat al-Bazzar dan Thabrani)

Mereka Yang Dipilih Allah – Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia „Dari Abu Hurairah ra, dia berkata : disebutkan perihal orang yang mati syahid dari Nabi SAW, beliau berkata : Bumi tidak Bumi tidak akan kering dari darah syahid sehingga dua orang istri bergegas menyongsongnya, seolah-olah mereka seperti dua ekor burung yang baru disapih dalam sarangnya di suatu bumi, dan di tangan mereka masing-masing daripadanya ada pakaian yang nilainya lebih baik daripada dunia dan seisinya.“ (Hadits Riwayat Ibnu Majah)

Dari Buku :

Mereka Yang Dipilih Allah – Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia

abuhamdi@hutchcity.com (www.abuhamdi.wordpress.com)

Ditulis dalam Bosnia, Islami, Jihad, Karomah, Kisah, Mujahidin | Leave a Comment »