Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang

Kewajiban Seorang Suami Terhadap Istrinya

Posted by meisusilo pada 18 April 2009

pernikahanHai orang-orang beriman, tidak halal bagi kamu mewarisi wanita dengan cara paksa, dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut.  Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka maka bersabarlah, karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa: 19)

Menikah adalah fitrah manusia. Rasulullah saw. menyebut menikah sebagai sunahnya. Bahkan, Nabi berkata, siapa yang membenci sunahnya, tidak termasuk dalam golongannya.

Setiap kita, pasangan muslim dan muslimah yang melakukan pernikahan, paham betul bahwa tujuan menikah yang utama adalah untuk mendapatkan ridha Allah. Setelah itu untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawahdah wa rahmah dan meneruskan keturunan dengan memperoleh anak-anak yang saleh dan salehah. Kita juga menyadari bahwa lembaga keluarga yang kita bentuk adalah wadah untuk melaku proses perubahan, baik untuk diri kita sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Sepasang suami-istri yang dipersatukan oleh ikatan pernikahan juga sadar bahwa keluarga adalah organisasi kecil yang memiliki aturan dalam pengelolaannya. Karena itu, sepasang suami-istri harus bisa memahami hak dan kewajiban dirinya atas pasangannya dan anggota keluarga lainnya.

Sepasang suami-istri dalam berinteraksi di rumah tangga sepatutnya melandasi hubungan mereka dengan semangat mencari keseimbangan, menegakkan keadilan, menebar kasih sayang, dan mendahulukan menunaikan kewajiban daripada menuntut hak.

Kewajiban seorang istri terhadap suaminya adalah :

Pertama, mentaati suami. Namun, dalam mentaati suami juga ada batasannya. Batasan itu adalah seperti yang disabdakan Rasulullah saw., “Tidak ada ketaatan terhadap makhluk untuk bermaksiat kepada Allah, Sang Pencipta.”

Kedua adalah menjaga kehormatan dirinya, suami, dan harta keluarga. Ketiga, mengatur rumah tangga. Keempat, mendidik anak-anak. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda, “Wanita adalah pengasuh dan pendidik di rumah suami, dan bertanggung jawab atas asuhannya.” Keluarga adalah prioritas seorang istri, meski tidak ada larangan baginya untuk melakukan peran sosialnya di masyarakat seperti berdakwah, misalnya.

Ketiga adalah berbuat baik kepada keluarga suami.

Sedangkan kewajiban seorang suami kepada istrinya adalah :

Pertama, membayar mahar dengan sempurna.

Kedua, memberi nafkah. Rasulullah saw. bersabda, “Takutlah kepada Allah dalam memperlakukan wanita, karena kamu mengambil mereka dengan amanat Allah dan kamu halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah; dan kewajiban kamu adalah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan baik.”

Ketiga, suami wajib memberi perlindungan kepada istrinya.

Keempat, melindungi istri dari siksa api neraka. Ini perintah Allah swt., “Hai orang-orang yang beriman, selamatkan dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Allah berfirman, “Dan pergaulilah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nisa: 19)

Rasulullah saw. bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya; dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (Tirmidzi)

Muasyarah bil ma’ruf

HidupDi ayat 19 surat An-Nisa di atas, Allah swt. menggunakan redaksi “muasyarah bil ma’ruf”. Makna kata “muasyarah” adalah bercampur dan bersahabat. Karena mendapat tambahan frase “bil ma’ruf”, maknanya semakin dalam. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menulis makna “muasyarah bil ma’ruf” dengan “perbaikilah ucapan, perbuatan, penampilan sesuai dengan kemampuanmu sebagaimana kamu menginginkan dari mereka (pasanganmu), maka lakukanlah untuk mereka.”

Sedangkan Imam Qurthubi dalam tafsirnya menerangkan makna “muasyarah bil ma’ruf” dengan kalimat, “Pergaulilah istri kalian sebagaimana perintah Allah dengan cara yang baik, yaitu dengan memenuhi hak-haknya berupa mahar dan nafkah, tidak bermuka masam tanpa sebab, baik dalam ucapan (tidak kasar) maupun tidak cenderung dengan istri-istri yang lain.”

Adapun Tafsir Al-Manar menerangkan makna  ”muasyarah bil ma’ruf” dengan kalimat, “Wajib atas orang beriman berbuat baik terhadap istri mereka, menggauli dengan cara yang baik, memberi mahar dan tidak menyakiti baik ucapan maupun perbuatan, dan tidak bermuka masam dalam setiap perjumpaan, karena semua itu bertentangan dalam pergaulan yang baik dalam keluarga.”

Di antara bentuk perlakuan yang baik adalah melapangkan nafkah, meminta pendapat dalam urusan rumah tangga, menutup aib istri, menjaga penampilan, dan membantu tugas-tugas istri di rumah.

Salah satu hikmah Allah swt. mewajibkan seorang suami ber-muasyarah bil ma’ruf kepada istrinya adalah agar pasangan suami-istri itu mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup. Karena itu, para ulama menetapkan hukum melakukan “muasyarah bil ma’ruf” sebagai kewajiban yang harus dilakukan oleh para suami agar mendapatkan kebaikan dalam rumah tangga.

Karena itu, para suami yang mendambakan kebaikan dalam rumah tangganya perlu mendalami tabiat perempuan secara umum dan tabiat istrinya secara khusus. Jika menemukan ada sesuatu yang dibenci dalam diri istri, demi kebaikan keluarga temukan lebih banyak kebaikan-kebaikannya. Suami juga harus tahu apa perannya dalam rumah tangga. Dan, jangan pernah mencelakan istri dengan kekerasan, baik secara fisik maupun mental. Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.,” Apa hak istri terhadap suaminya?” Rasulullah saw. menjawab, “Memberi makan apa yang kamu makan , memberi pakaian apa yang kamu pakai, tidak menampar mukanya, tidak membencinya serta tidak boleh memboikotnya.”

Bagaimana jika timbul perselisihan? Cekcok antara suami-istri adalah hal yang manusiawi. Jika Rasulullah saw. memberi toleransi waktu tiga hari bagi dua orang muslim saling mendiamkan satu sama lain, alangkah baiknya jika suami-istri saling mendiamkan di pagi hari, di malam harinya sudah bisa saling senyum lagi. Kenapa?

Sebab, pasangan suami-istri muslim dan muslimah paham betul bahwa perselisihan mereka adalah gangguan Iblis. Rasulullah saw. pernah menerangkan kepada para sahabat, “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengirim pasukannya, maka yang paling dekat kepadanya, dialah yang paling besar fitnahnya. Lalu datanglah salah seorang dari mereka seraya berkata: aku telah melakukan ini dan itu, Iblis menjawab, kamu belum melakukan apa-apa. Kemudian datang lagi yang lain melapor, aku mendatangi seorang lelaki dan tidak akan membiarkan dia, hingga aku menceraikan antara dia dan istrinya, lalu Iblis mendekat seraya berkata, “Sangat bagus kerjamu” (Muslim)

Begitulah, Iblis menjadikan menceraikan pasangan suami-istri sebagai prestasi tertinggi tentaranya. Karena itu, Islam mencegah perbuatan yang bisa menyebabkan perselisihan suami-istri. Karena itu, jika cekcok dengan pasangan hidup Anda, segera selesaikan masalahnya. Upayakan selesaikan masalah rumah tangga sendiri. Jangan menghadirkan pihak ketiga. Jika belum selesai juga, hadirkan seseorang yang bisa menjadi hakim yang bisa diterima kedua belah pihak.

Seiring dengan panjangnya perjalanan waktu dan lika-liku kehidupan, kadang ikatan pernikahan mengkendur. Karena itu, perkuat lagi ikatan itu dengan mengingat-ingat kembali tujuan pernikahan. Bangun komunikasi yang positif. Komunikasi adalah kunci keharmonisan. Karena itu, pahami betul cara berkomunikasi pasangan Anda. Dan, hidupkan syuro dalam keluarga. Bahkan untuk urusan kecil sekalipun perlu dibicarakan bersama. Insya Allah, Allah swt. akan memberi kebaikan yang banyak dalam keluarga Anda. Amin.(Mochamad Bugi/dakwatuna)

About these ads

40 Tanggapan to “Kewajiban Seorang Suami Terhadap Istrinya”

  1. dhanangwahyu berkata

    artikelnya bagus banget bos..
    thanks..
    akan aku coba

  2. arulalmy berkata

    Artikel yang sangat bagus mas, memang saat ini perlu ditanamkan nilai-nilai keagamaan dan pemahaman tentang hak dan kewajiban suami istri soalnya kasus kawin cerai banyak sekali terjadi terutama di kalangan selebritis. Terus berkarya.

  3. arulalmy berkata

    Oia, ditunggu juga kunjungannya di blog saya he…he… banyak juga ebook-ebook dan software yang bisa didownload disana, siapa tahu ada yang belum punya. Mohon maaf kalau kurang sopan, maklum pemula he..he…
    http://arulalmy.wordpress.com

  4. mirza haryadi berkata

    artikel yang bagus mazz,aku bisa belajar mengerti hubungan suami istri karena ku baru nikah hehehe

  5. Trip berkata

    mksh artikelnya, aq jadi lebih tahu tentang perkawinan.

  6. Pay berkata

    Minta restu dr smua yg membaca permintaan saya ini yg ingin menjalin hdup berumah tangga dengan wanita mualaf

  7. rini amelia berkata

    pembahasannya terlalu umum mas, apa memang segitu aja hak n kewajiban suami istri, lebih rincinya apa mas?

  8. Ibe Ramadhan berkata

    Izin copy paste ya..

  9. fauzana berkata

    apakah saya bisa curhat disini

  10. Deni sobat berkata

    Tulisanny bagus banget banyak ilmu yg bs saya ambil buat saya implementasikan buat kehidupan saya thank’s mohon bantuan juga dong kalo mo nyari ebook gratis tentang masalah suami,istri atau keluarga itu browsing kemana ya?

  11. ahmad hasan berkata

    izin copy pastee yaa… dakwatkum…

  12. Cory berkata

    Tp bagaimana dengan suami yg penjudi berat..bahkan suamiku lebih rela cerai..drpd berhenti judi.sudah aku lakukan apapun agar suamiku tidak judi.tp tidak berhasil.aku bingung..cuman gara2 judi aja suamiku pe tega mau ceraikan aku.

  13. nana berkata

    alhamdulillah aku mendapatkan pelajaran setelah membaca tulisannya,,dan itu menjadi pelajaran bagi ku sebelum menjalani kehidupan berumah tangga bersama calon suami ku..

  14. mukhyi berkata

    good artikel…

  15. Sukirno Ismail berkata

    keyi keyi,,hen hao…

  16. putrAtjeh berkata

    artikelnya is the best, memang dalam berkeluarga kita harus mengetahui hukum2nya sehingga kita bisa membedakan antara hak dan kewajiban masing2 baik suami maupun istri. begitu juga dengan sifat2 yang kurang baik seperti egoisme satu sama lain harus diminimalkan didalam berselisih, dan yg hrs dipahami oleh setiap istri seorang mukmin bahwasanya posisi suami lebih tinggi kedudukan dari sang istri. jazakumullah katsiran…

  17. apa kah masih ada ???? ,,,, ya orang di dunia ni yang sifat nya kayak gtu klo ada wwwwwwaah ku mau jadisuaminya

  18. ANA berkata

    WAH SANGATLAH, INDAH SBENARX BERUMAH TANGGA ITU,
    TPI TERKADANG BANYAK SUAMI YANG TDAK MEMENUHI KEWAJBANX, TOI HNYA MENUNTUT SJA

  19. heri_abdillah berkata

    Insya Alloh…ana brusaha sebaik mungkin melakukan hal itu..

  20. dayat hidayattullah berkata

    …sesuatu yang baik, semoga akan menjadi hal baik buat kita semua,berat dirasakan namum indah kita lakukan,jika kita beriman dan paham serta mengerti dari makna sebuah perintah agama.selamat atas tulisannya…..

  21. dion999 berkata

    Saya sangat terharu sebagai seorang suami…

  22. abu mujahidah elasyhar berkata

    bagus sekali nih.. barokallohufik dan semoga menjadi ilmu yg bermanfaat bg kita semua

  23. herry berkata

    alhamdulillah seger lagi krn dpt siraman kembali rohaniku saling menghargai n memahami itulah kuncinya

  24. Agus Atep berkata

    Aku suka semua penerangan ini,, Alhamdllh dgn ini pngthuanku jd brtmbh,, krn saya masih lajang..jd sngt pnting skli plajaran ini.. trimakasih

  25. siti berkata

    sip

  26. Didin Mey berkata

    Tanks Artikel nye bagus,mudah2an bisa bermanfaat buat orang banyak…amiien..

  27. aman berkata

    hatur nuhun seer pisan manfaat na kanggo hidup rumah tangga.

  28. maminx berkata

    makasih artikelnya bermanfaat nih. lanjutkan

  29. nìta andrian berkata

    ingin tau tentang kewajiban terhadap suami istri

  30. Bagus..

  31. israna prayoga iing berkata

    Hidup jaman sekarang pasti ada persilisihan satu sama lain, dalam hal ini kita sebagai pemuda sekaligus penurus jaman menghimbau kepada siapapun dalam rumah tangga termasuk saya sendiri untuk lebuh banyak menguasai ilmu agama yang sebagaimana nabi ajarkan terhadap mahluknya. Disisi lain terkadang kita ada rasa jengkel namun hal tersebut bisa kita abaikan dengan cara mebgalihkan pembicaraan…

  32. rudy repator berkata

    antara suami istri sekarang gag da rasa saling pnegertian ya,,

    kunjungi juga blog gue di :
    http://repator-animali.blogspot.com

  33. Choir berkata

    Top bnget artikelnya.mga bs jdi tldan bgi suami istri

  34. Abdi Shaa Eu't berkata

    No Coment…Siip lahk….

  35. allan emaz berkata

    top bangat artikelnxa semoga ajja ini bisa menjadi tolak ukur bagi yang berkeluarga amin

  36. ztr widy berkata

    thx artikelx..
    Skrng aku udah sadari apa yg hrs aku lakukan sbg s’org istri..

  37. Hecima berkata

    Artikel yang bgs techr,…..
    jadi petnjk dan pedoman bagi kelarga saya….. Tank’s

  38. ihsan berkata

    sesungguhnya ini pencerahan bagi yang sudah tahu dan yang belum tahu…

  39. hamdi berkata

    jadi semangat yg mw berumah tangga nih terimakasih artikelnya mudah2an ni bisa menambah wawasan saya dan semuanya yg membacax amiiiiiiiiin…………..

  40. izudin berkata

    sipp artikel,a,.,.,
    kwajiban suami,a kurang,.,., apakah cma sgtu kwajiban suami.,.??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: