MUI Tolak Pertemuan Gay di Palembang
Ditulis oleh meisusilo di/pada 4 Maret 2009
Rencana pertemuan lanjutan komunitas gay (homoseksual, lelaki penyuka sesama jenis) se-Indonesia yang sedianya akan digelar di sebuah hotel di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (1/3) besok, ditentang keras oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel.
“Kami MUI Sumsel menolak rencana pertemuan gay dan meminta penyelenggara membatalkannya serta meminta aparat atau pihak berwenang mencabut izin penyelenggaraan kegiatan tersebut,” tegas Ketua MUI Sumsel, KHM Sodikun kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat (27/2). Menurut Sodikun, gay maupun lesbi (perempuan penyuka sesama jenis) hukumnya haram sebagaimana tercantum dalam Al-Quran Surat Al’Araf 80-84 yang mengharamkan hubungan sesama jenis, baik sesama lelaki dan perempuan.
Selain itu juga dikuatkan dengan fatwa haram dari MUI maka semua pihak dihimbau agar sama-sama berpikir cerdas dengan mengutamakan landasan berpikir moral. Apalagi, lanjut Sodikun, bila dikaitkan dengan misi Palembang menuju Kota Internasional, Berbudaya dan Religi pertemuan tersebut tidak mencerminkannya malah sangat bertentangan.
“Ini haram, haram dan sangat haram, kami minta Pemerintah Kota Palembang mengambil sikap tegas jangan biarkan budaya haram yang bertentangan dengan misi Palembang,” tegas Sodikun yang saat menggelar pertemuan didampingi Ketua Komisi Fatwa MUI Sumsel, KHM Luthfi Izzuddin, MA serta sekretaris Komisi Pengkajian, Mahmud Jamhur.
Pelarangan kegiatan tersebut muncul, lanjut Sodikun, karena ada laporan warga bahwa disalah satu Hotel sudah berlangsung pertemuan komunitas sesama jenis, 28 Januari lalu. Dalam laporan itu disebutjan bahwa komunitas yang hadir lebih dari 50 orang berasal dari gay se-Indonesia di mana Komunitas gay di Palembang ditunjuk sebagai tuan rumah.
Berdasarkan laporan tersebut, MUI langsung menurunkan tim mengecek kebenaran itu dan hasilnya malah mengejutkan, tak hanya hura-hura sambil berjoget, mereka juga menampilkan atraksi tari yang dilakukan lelaki bertubuh seksi dengan pakaian minim di hadapan para penonton yang sebagian lelaki.
Tak cukup sampai disitu, komunitas tersebut, lanjut Sodikun, berencana kembali menggelar pertemuan lanjutan dua kali, yakni Minggu (1/3) besok.
“Kami sudah mengecek kebenaran, kalau Anda rekan-rekan pers tidak percaya silakan dikroscek ke hotel tersebut, ini acara haram dan wajib dibubarkan sebelum membawa kemaslahatan umat,” tegas Sodikun.
Dalam pertemuan tersebut, Sodikun juga mengimbau para pelaku dan peminat homoseksual (gay dan lesbian) untuk bertobat nasuha dan kembali ke jalan yang benar. Para ulama dan Ustadz di Sumsel siap membimbing dan membantu kesembuhan para pelaku.
Selaku pihak pengawas dan pengontrol kemaslahatan umat, MUI Sumsel juga mengimbau agar Ormas Islam dan masyarakat yang akan melakukan aksi demonstrasi menolak pertemuan tersebut agar menyampaikan aspirasi secara santun dan tidak mengandalkan anarkisme.
“Ini sudah jadi permasalahan umat tidak terkotak bagi umat Islam saja bahkan umat beragama lainnya, kita tidak mengakui hubungan homoseksual dalam bentuk apapun terlebih acara ini berlangsung di Palembang yang menuju kota religius,” ucap Sodikun. (Kompas, 28/02/09/swaramuslim)
|
CATATAN REDAKSI HASIL tersebut tidak terlepas dari perjuangan kaum liberal dan kaum intelek komunitas Gay Indenesia. |








.jpg)









opa tyan berkata
Gay kaum terlaknat, aneh kok bisa menyukai sesama jenis.
meisusilo berkata
lebih aneh lagi karena 98% pemirsa televisi menyukai acara yang dibawakan oleh pembawa acara yang gayanya kewanita-wanitaan, padahal dia pria
kiamat sebentar lagi….
Lia Cantik berkata
ember…gw sebel ama pembawa acaranya waria..ga jelas kelaminnya…
sg berkata
apa gak ada cewek lagi?
maunya kok lobang yang ada ***nya
goblok
Straight berkata
Pertama-tama saya ingin menegaskan saya masih suka lawan jenis. Jadi opini saya bukan karena orientasi seksual saya, tapi lebih sebagai manusia yang punya sifat baik dan buruk juga sebagaimana manusia yang lain.
Saya yakin tulisan kutipan dan orang-orang yang komen di atas menginginkan masalah ini selesai, tapi sayangnya mereka sama sekali tidak memahami masalah, apalagi sanggup untuk menyelesaikannya.
MUI bicara dengan gaya orang paling suci sedunia, dan komentar/bicara seakan para gay ini lebih rendah derajatnya dari binatang.
Semua manusia pada hakikatnya ingin mencari kebahagiaan. Masing-masing punya definisinya sendiri-sendiri apa itu kebahagiaan. Punya cara sendiri-sendiri juga dalam mencapai kebahagiaan yang didefinisikan sendiri-sendiri tersebut.
Orang-orang yang merasa paling suci seperti kalian mungkin mencarinya di masjid-masjid. Orang-orang yang jujur pada diri mereka sendiri, seperti kaum gay di atas, karena ditolak dan dihinakan oleh orang-orang seperti Anda, dipaksa/terpaksa mencari jalan kebahagiaan mereka sendiri.
Orang-orang suci sejati seperti Nabi Muhammad saw, Nabi Isa as, dll., alih-alih menghujat dan menghakimi, akan mendatangi mereka, bicara dengan mereka dari hati ke hati, mendengar keluh-kesah mereka, memahami kekhawatiran mereka, merasakan ketakutan mereka, menyelami kisah hidup mereka dari sejak asuhan orang tua sampai sekarang yang dicap buruk dan mengalami diskriminasi dalam berbagai aspek hidupnya.
Sudahkah kalian melakukan itu semua? Kalau menyapa mereka pun belum; apalagi melakukan salah satu dari hal yang di atas, tanyakan satu hal ini pada diri Anda sendiri:
“Kalau saja sekarang ini saudara/suami/istri/anak saya menyatakan kepada saya bahwa ternyata dia adalah seorang gay/lesbi, apa saya masih akan bersikap dan berkata kepada dia dengan cara bersikap dan berkata seperti yang saya tulis di atas??”
diky berkata
wew…., kalo mbak mbak sebel ya itu hak mbak, tapi jangan sok gak punya dosa ya ngata ngata in gay pula, urus dulu masing masing,baru ngurus orang lain!!
coba mbak di posisi mereka (gay dan waria)!!!
meisusilo berkata
meisusilo berkata
Mas/Mbak Diky jangan kenceng-kenceng gitu dong, tar malah kepleset lho…
.
Sebenarnya apa yang Mbak Lia ungkapkan diatas bisa dimengerti bisa jadi pembawa acaranya terlalu berlebihan gaya kewanita-wanitaannya di atas panggung sehingga para pemirsa yang menonton jadi jengkel. Sekarang dibalik aja, bagaimana jika mas/mbak diky berada di posisi mbak lia?
Lagipula apa yang terjadi pada diri para homo (lebih enak nyebutnya, lebih universal
) tersebut memang tidak sepatutnya dipertontonkan ditelevisi. Hal tersebut bisa menciptakan opini di benak anak-anak kita nanti bahwa hal tersebut (sikap lelaki yang kewanita-wanitaan) wajar-wajar saja dilakukan dan hal itu tidak tabu. Bisa jadi nanti setelah dewasa anak-anak kita akan menjadi homo juga. apa mbak/mas diky mau anak lelakinya nanti jadi seperti begitu?
Setiap orangtua berharap anaknya suatu saat nanti akan lebih baik dari dirinya, baik orang tersebut berprilaku menyimpang atau tidak. karena itu, tontonan yang sekiranya menciptakan opini yang tidak bagus (seperti acara BE A MAN) ditiadakan saja, tidak bagus.
Saya harap mbak/mas diky mengerti kekhawatiran para orangtua. semoga Alloh melimpahkan Rahman, Rahmat, Hidayah dan InayahNya kepada mbak/mas diky sekeluarga, amin…
Rian berkata
hmmm..akankah terjadi sperti kaum nabi Luth??
Chris berkata
Saya mau bicara, seharusnya kita tidak boleh mendeskriminasi para gay. dia juga manusia. dan mereka juga tidak mau berada di jalan yang seperti itu.
semua manusia tak ada yang sempurna. saya setuju kalau para gay di bimbing, bukan di rendahkan.
kelompok gay tak perlu di brantas selama mereka tidak mengganggu privasi kita. serahkan semua pada allah.
saya lebih setuju para poligami yang seharusnya di berantas.
Saya yakin, orang2 jaman sekarang yang melakukan poligami, pada dasarnya bukan niat untuk membantu, tapi untuk melepas hasrat seksual nya. ya kan?….
ambil contoh, da’i kondang kita (tidak perlu disebut namanya), dia menikahi gadis kaya, untuk apa dia menikahi gadis kaya. saya yakin gadis yang di nikahinya itu mampu membiayai kehidupan nya sendiri tanpa harus di nikahi oleh da’i itu.
memang tidak ada orang yang se-sempurna nabi Muhammad.
Saya adalah seorang suami dan bapak dgn 2 orang anak… saya mau memberi tau bahwa leleki yang sejati adalah lelaki yang menjaga cinta nya terhadap seorang wanita. tidak ada wanita yang 100% ikhlas melihat suaminya memiliki istri lagi. saya yakin.
Chris berkata
Aduh… pada ngeributin kaum gay… gw, chris, gw straight. normal 100%. gw selama ini main sama siapa aja. beberapa tmen gw ada yg lesbi dan gay. semuanya bilang klo mereka ga mau begitu.
jadi, mereka itu bukan bermaksud untuk melanggar perintah agama tapi keadaan psikologis yg ngerubah mereka. jadi untuk yg heteroseksual jgn suka melecehkan. kayak lo sempurna aja. kasian kali jd gay/lesbi.
temen gw yg gay dan lesbi mau tuh merubah sikap nya dikit2. mereka butuh curhat dan perhatian bukannya di judge kayak gtu.
ada tmen gw jadi gay gara2 di tinggal bapak nya wktu bayi jd dia ga dapet perhatian seorang laki2. nah pas dia tumbuh, psikologis dia menginginkan di kasihi oleh seorang bapak, nah jadi nya dia jd gay deh. gtu. ini tuh bukan soal melanngar agama.
hello, ga cuma gay/lesbi yang melanggar agama kali… pengedar narkoba, yang suka pasang susuk, yang suka ke dukun, islam NII, ibu ibu tukang gosip, jablay, yang suka nyewa jablay, yang suka mabok, yang pelit, yang sombong sama orang miskin, yang judes, cewek2 yang MBA, kerudung maksiat… EMANG MEREKA GA TERMASUK PELANGGAR AGAMA ???……
aturan, yang harus nya di basmi tuh dukun2 bukannya para homo… soalnya menurut islam dosa yang tak termaafkan adalah menduakan allah… ya kan… mendingan basmi dulu tuh dukun2 baru basmi yang laen…
inget… para gay dan lesbi tidak ada yang mau jadi seperti itu.
oo iya… kata tmen gw yang gay dan lesbi mereka sering dapet pasangan yang udah berkeluarga lho….. hati2 yang suka ngehina.. tau nya nanti pacar/ suami istri nya bisexual lagi. HHAA….HAAA….HAA……
chris berkata
menurut saya…. hal ini asalah wajar dalam dunia…. asalkan mereka tidak mengganggu kenapa kita harus mengganggunya….? biarkanlah… mereka dengan dunianya sendiri….. kalau sudah tidak bisa dilarang yah udah….pokoke mereka kan baik ma kita…..
lelaki hina berkata
saya gay, dan pasangan gay saya sudah berkeluarga, sedih bngt karna harus kucing2an dgn istrinya. entah kpn saya bs berhenti seperti ini, jujur saya ga mau seperti ini, saya sering marah kepada TUHAN kenapa saya harus suka sm laki2. padahal masih banyak wanita d luar sana, saya ga tau harus menyalahkan siapa. terima kasih bwt yg sudah membela kami, dan buat kalian yg menganggap kami hina, tolong fikirkan lagi kata2 kalian , sakit rasanya d hina, ga ada orang yg pengen jadi gay/lesbian, termasuk saya, saya juga ingin bs menikah, punya anak, cucu, dst. tapi ga tau apa saya bs…. SEMOGA TUHAN MEMBERI JALAN YG BAIK BUATKU, AMIIIIIIN