Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang

Arsip untuk Februari, 2009

Hacker Indonesia Klaim Bobol Pentagon

Ditulis oleh meisusilo di/pada 28 Februari 2009

image

JAKARTA-Hacker Indonesia melakukan aksi nekatnya di dunia maya. Mereka, para cracker itu mengaku telah berhasil menjebol situs milik Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon.

Tidak jelas, kapan mereka melakukan aksinya itu. Mereka yang menamakan dirinya ‘Mo3sl3m Hacker’s of Indonesian Coder’ ini hanya memberikan screenshot keberhasilan aksi mereka dalam sebuah link.

Dalam screenshot yang dikirimkan pelaku, memang terlihat bahwa alamat url yang dipermak pelaku beralamat di http://www.pentagon.mil.

Dalam aksinya, sang dedemit maya mengubah halaman situs pentagon tersebut dengan bendera merah putih yang dihiasi wilayah Indonesia di tengahnya dan kalimat syahadat berbahasa Arab di atasnya. Sementara di bagian samping (kanan-kiri) bendera, ada sosok yang tengah memegang senjata yang siap menembak.

Tak banyak pesan yang ditinggalkan pelaku di halaman situs tersebut. “Mo3sl3m Hacker’s of Indonesian Coder, Go To Hell With USA Ass Hole,” tulis pelaku.(Althaf/arrahmah)

Technorati Tags: ,,

Ditulis dalam Kajian | 98 Komentar »

Pasukan Inggris Perang Saudara di Afghanistan

Ditulis oleh meisusilo di/pada 27 Februari 2009

image Sebuah laporan yang mengejutkan baru-baru ini dilansir oleh militer Inggris yang bertempur di Afghanistan, mereka menyatakan bahwa banyak dari pasukan Taliban merupakan warga asing khususnya warga Inggris.

Prajurit Inggris yang berada di Afghanistan mengalami “Perang Saudara kecil” setelah meningkatnya pertumbuhan para pejuang Mujahidin asal Inggris yang mengadakan traveling ke Afghanistan untuk mendukung Taliban, kata pejabat senior militer Inggris kepada The Independent.

Komunikasi yang dilakukan Taliban menunjukkan beberapa dari mereka merupakan muslim Inggris – beberapa logat yang mereka ucapkan beraksen Midlands – menurut dokumen yang tengah disiapkan oleh lembaga resmi keamanan.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa anak muda muslim Inggris telah “memperlihatkan komitmen terhadap Jihad,” perjalanan ke luar negeri yang mereka lakukan meningkatkan militansi mereka, Pakistan dan Somalia menjadi tempat yang paling sering dikunjungi.

”Kami sekarang terlibat semacam perang saudara kecil di ribuan mil jauhnya dari Inggris,” kata salah seorang perwira Inggris.

M15 memperkirakan hingga 4000 muslim Inggris telah melakukan perjalanan ke Pakistan dan sebelum Afghanistan jatuh ke tangan Taliban mereka juga mengunjungi Afghanistan untuk melakukan latihan militer. Keprihatinan utama saat ini adalah beberapa dari mereka telah menjadikan Inggris sebagai sasaran teror mereka. Sekarang telah ada tanda-tanda mereka akan melakukan ‘misi’ yang ditujukan kepada Inggris dan negara barat lainnya.

Somalia juga menjadi tujuan anak muda Inggris, untuk berjuang bersama Al-Qaida yang juga didukung pasukan Islam disana. Seorang anak muda berumur 21 tahun yang besar di Ealing sebelah timur kota London, baru-baru ini meledakkan dirinya di kota Baidoa Somalia – dan menewaskan 20 orang.

Kepala M15 – Jonathan Evans mengatakan, hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi Inggris karena anak muda muslim Inggris telah terdoktrin di Somalia.

Tetapi di Afghanistan pasukan Inggris sekarang berhadapan langsung dengan mereka. Pesawat militer Inggris yang terbang di atas Afganistan diketinggian 40000 kaki melalui peralatan canggih, telah menangkap ‘percakapan’ yang dilakukan pasukan Taliban dan yang mengejutkan mereka logat dari percakapan itu beraksen Midlands dan Yorkshire.

Hal ini cukup mencemaskan bagi pasukan militer Inggris karena peningkatan dari warga Inggris yang ikut berperang bersama taliban dalam beberapa bulan terakhir ini, komunikasi yang di dapat baik di darat maupun udara memperlihatkan adanya suara beraksen Inggris di garis depan pasukan taliban.(fq/ti/eramuslim)

Ditulis dalam Mujahidin, Taliban | 3 Komentar »

Winslet, Holocaust, dan Ironi Oscar Hollywood

Ditulis oleh meisusilo di/pada 27 Februari 2009

image Empat hari yang lalu, Hollywood baru saja menggelar hajatan sakral tahunannya: Oscar. Penyerahan penghargaan kepada insan-insan film yang dianggap tertinggi dalam prestasi mereka. Kate Winslet, pemenang aktris terbaik tahun ini berujar dalam sebuah wawancara dengan Ricky Garvais. “Penampilan Anda luar biasa, sangat hebat, mau menyampaikan pesan tentang Holocaust…” ujar Garvais.

Winslet, empat kali menjadi nominee Oscar dan maju pada festival film kali lewat film The Reader yang bercerita tentang Holocaust, tersenyum kecut. “Saya tidak melakukannya untuk Holocaust. Kita tidak perlu lagi film tentang Holocaust, kan? Berapa banyak yang sudah ada? Saya mau membintangi The Reader karena untuk memenangkan Oscar. Saya berpikir keras, jika Anda membintangi film tentang Holocaust, maka Anda akan dijamin mendapatkan Oscar. Ayolah, saya sudah menjadi nominasi selama empat kali tapi belum sekalipun mendapatkan penghargaan ini, dan dunia selalu bertanya, ‘Kapan Winslet menang Oscar?’… Inilah mengapa saya mau berperan dalam The Reader. Schindler’s bloody List. The Pianist… Oscar memilih mereka…”

Gervais, dan hadirin, untuk beberapa saat, terdiam. “Itu… pemikiran yang bagus…” ujar Gervais akhirnya, serak. Ia mungkin tak menyangka jika Winslet akan berkata demikian.

Pernyataan Winslet dalam perhelatan Oscar tersebut benar-benar menohok AS dan dunia. Sejak awal, Yahudi berdiri di belakang Hollywood, dan mereka terus memproduksi film-film propaganda mereka. Hampir setiap tahun selalu ada film tentang Holocaust yang menggambarkan penderitaan bangsa Yahudi yang tak seberapa saat dibantai oleh Nazi. Dan karena berbagai dalih, film-film seperti inilah yang kemudian selalu menjadi pemenang Oscar. Slumdog Millionaire, film terbaik Oscar tahun ini pun tak lepas dari media propaganda Yahudi, dan mendiskreditkan Islam. Winslet yang bertahun-tahun telah membintangi film-film bagus di antaranya Titanic, Little Children, dan Revolutionary Road selalu kandas dalam Oscar.

Pernyataan Winslet ini jelas memantik kemarahan Yahudi. Winslet yang berperan sebagai Hana Schmit dalam The Reader, seorang penjaga tahanan perempuan dalam Holocaust yang tadinya akan dipergunakan sebagai media propaganda Yahudi, malah balik menyerang di depan jutaan orang yang menonton secara langsung di seluruh dunia. (sa/jp/eramuslim)

Ditulis dalam Kajian | Leave a Comment »