Karomah Ambon : Ribuan Mujahidin Berjubah Putih
Posted by meisusilo pada 29 Desember 2008
Pada hari Jum’at, 23 Januari 1999, masyarakat Desa Hitu – kurang lebih berjarak 25 km dari Ambon – ingin pergi ke Ambon bergabung dengan Muslim lainnya membela Agama Allah yang telah diinjak-injak kaum kafirin. Mereka baru mengerti, pengiriman orang-orang Nasrani dari kampung-kampung ke Ambon sebelum ‘Iedul Fitri ternyata mengandung rencana busuk. Pada Hari Raya, jumlah Muslimin di Ambon berkurang drastis karena banyak yang mudik. Sedang orang-orang kafir bertambah banyak. Itu sebabnya mereka berani menyerang umat Islam.
Kabar yang beredar di masyarakat Desa Hitu dan sekitarnya menyebutkan bahwa dalam penyerangan Kamis malam, Masjid Raya Al-Fatah telah membakar dan saya – Imam Masjid tersebut – telah terbunuh oleh orang-orang Kristen. Kaum Muslimin Desa Hitu itu berkata, “Kalau Masjid Raya telah terbakar dan Ustadz telah terbunuh, untuk apa lagi kita hidup ! Mari bersama-sama kita jihad fi sabilillah !”
Di Ambon, jika orang ingin jihad fi sabilillah, mereka melakukan upacara ritual dulu: mereka mandi membersihkan segala najis yang mungkin masih melekat di sekujur tubuh, disusul dengan berwudhu, lalu mengenakan baju perang berupa jubah putih – dari Desa Hitu, Mamala, Maurela, dan Wakal – yang berjumlah sekitar empat puluh orang mulai bergerak. Mereka tidak banyak. Orang yang sungguh-sungguh siap untuk jihad fi sabilillah bukanlah orang sembarangan. Mereka harus mengerti betul apa hakikat jihad fi sabilillah tersebut.
Setibanya di Paso, mereka dihadang barikade pasukan Brimob. Pasukan Brimob itu memberi tahu bahwa Masjid Raya Al-Fatah tidak terbakar. Namun pemberitahuan itu tidak membuat pasukan jubah putih itu surut langkah. Mereka telah siap berjihad. Karena tidak mau kembali ke Hitu, akhirnya pasukan Brimob tersebut melepaskan beberapa tembakan ke arah mereka. “Namun aneh, tak sebutir peluru pun sanggup menembus jubah putih mereka. Peluru terakhir yang ditembakkan malah mental dan berbalik menuju aparat yang menembaknya. Ini diakui oleh si penembaknya sendiri”.
Anggota Brimob itu menuturkan, “Setelah menembak mereka, peluru itu langsung mental, berbalik ke saya. Untung saya cepat menghindar. Setelah itu seluruh badan ini bergetar hebat. Gemetar. Senjata yang saya pegang jatuh. Akhirnya saya bilang sama komandan dan bahwa mereka ini bukan orang-orang biasa”. Dalam penglihatan pasukan Brimob itu, empat puluh orang pasukan jubah putih tampak berjumlah ribuan orang. Empat orang tua berjubah dan bersorban putih yang duduk di atas empat kuda putih tampak memimpin pasukan besar tersebut. Padahal orang-orang muslim itu tidak melihat siapa-siapa selain keempat puluh warga Desa Hitu dan sekitarnya itu, dan tidak satu pun yang mengendarai kuda.
Setibanya di pinggiran Ambon, mereka dihadang tentara lagi. Mereka dinasehati agar kembali saja ke Hitu, sebab Masjid Al-Fatah tidak terbakar dan Ustadz Abdul Aziz masih hidup. Setelah mengecek kebenaran berita itu, akhirnya mereka pulang dengan damai. Dalam perjalanan pulang ke Hitu, mereka dihadang orang-orang Kristen. Terjadilah pertempuran hebat. Dalam waktu singkat seluruh orang-orang kafir itu berhasil ditumpas. Pertempuran itu menyebabnya seluruh perkampungan kafirin dan sejumlah gereja. Andai saja pasukan jubah putih itu tidak dihadang dan diserang, hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Siapa menabur angin akan menuai badai.









.jpg)










unyil berkata
subhanawlah walhamdulilah wala ilaha ilawloh wauloh hu akbar
satria berkata
SUBHANALLAH,jika aq di iZinkan,,pada saatnya nanti aq ingin menjadi pejuang islam sejati yg akan menumpahkan darahku hanya untuk ALLAH semata.
surahman al mahdy berkata
allahu akbar,allahu akbar,allahu akbar…! mati dalam jihad adalah mati yang akan mendapatkan tempat yg mulia di sisi Allah…………,
ardillah berkata
allahu akbar,bumi hanguskan kaum kaum kafir
kutersenyum padamu berkata
Kita harus mendukung Mujahiddin MILF yg berjuang untuk mendirikan negara : “Khilafah Islam Moro” di wilayah selatan Filipina. Namun kita juga harus memberikan dukungan seandainya tercapai kesepakatan antara MILF dengan pemerintah Filipina, dimana kemungkinan salah satu point yang disepakati adalah : Khilafah Islam Moro hanya merupakan wilayah otonom (Negara Bagian dari Republik Filipina) yang diatur menurut sistem Khilafah.
Di dalam setiap Khilafah tentu saja harus ada Angkatan Perang Islam & Departemen Dakwah Islam. Keduanya harus sejalan beriringan. Keduanya adalah dua kaki Khilafah, jika salah satunya tiada maka pincanglah Khilafah.
matahari langit timur berkata
subhanalloh walhamdulillah wala illahaillallah..izinkan hamba masuk dalam shaf mujahidin-mu ya robb..
sella lestari berkata
ah pada bohonh aja,,,emamang kalau tukang bohong tetap aja e,,e,,e
ina kaka berkata
Hoax pada saat itu hanya ada dua anggota brimob, dan hebatnya hanya ada 9 laskar kristen passo yang menahan pasukan hitu, namun hebatnya 9 orang itu + dua aparat brimob paso berhasil memukul mundur jihadis pengecut. dijembatan air besar tanggal 21 januari 1999 satu anggota laskar kristen yang terkena panah yaitu billi. justru warga ambon mengenal pertempuran di air besaar sebagai simbol kegegahan lasakar kristen. dan perlu di ingat saat itu bukan hanya 40 orang laskar hitu tapi jazirah lahitu yang berarti meliputi 9 kampung yang jumlah pemudanya ribuan. kejadian itu terjadi di depan mata saya sendiri, laskar kristus dibela o/ Allah mereka.
laskar krisye berkata
@ina kaka-wow!!!!!lebih hebatan tentara krisye,eh kristus dong ya???liat aja koment ina kaka,..laskar kristus dibela allah mereka,…allah yang bugil itu n telanjang itu huahahaha,…disalib disiksa,…itu namanya gak kalah njing!!!
rezki46 berkata
begitulah orang2 kafir, hati mereka telah dikunci mati oleh ALLAh SWT,,jadi apapun fakta yg trjadi mereka akan mengingkarinya,ingat neraka JAHANNAM menanti kalian….
buat kaum muslimin…tetap berjuang di jalan ALLAH….ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!
Putra Bintang Dlangit berkata
“cinta-kasih” adlh topeng kaum kafir. Mrk mnunggu kita terlena n’ lengah….. WASPADA lah sodara2 muslim!!! Waspada jg dg pemutar-balikkan fakta dmn-mn, mrk sgt lihai, licik, n’ kejam.
hamba Allah berkata
pasukan salib yg culas,bodoh n busuk itu brapapun jumlahnya,mau versi lebih bnyk kek,lbh dikit kek,tapi mrka dibela tentara thogut rendahan yg cm ngrti bhs snjata n ud jd “jongos” salib.
jelas mujahidin2 lebih unggul krn kbraniannya,blm lg presiden ina wkt tu “si buta dari gua hantu” ngbela2 kebiadaban salibis. bravo muslim!
antelove berkata
laskar merah atau kristen kalo mau maju perang, harus minum dolo sampe mabuk biar gagah berani ngadepin musuh.
trus harus “diisi” segala biar kebal gitu..kan, padahal kan sebenarnya takut mati.
logikanya,
kalo udah masuk kristen kan dijamin neh masuk surga, padahal ga ngapa-ngapain, cuma masuk doang.
nah kalo gitu kenapa harus ngorbanin jiwa dan raga yang cuma satu-satunya, untuk mati dalam perang agar masuk surga.
kalo gitu keenakan yang tidak ikut perang donk, tapi tetap bisa masuk surga….
terlalu mudah untuk masuk surga, jadi mencurigakan surga apaaaa surga sich ???
vanesa berkata
yah nama nya jg kafir bos,,,,susah,,kerdil semua otak nya
ALLAH AKBAR
amn berkata
Hati sama orang salib didepan kita ngomong perdamaian atau cinta kasih lah, padahal semuanya itu palsu, bohong bila ada kesempatan mereka menikam kita dari depan.Bila jumlah mereka sudah seimbang dengan kita baru kelihatan wajah aslinya.Saat ini mereka berperang dengan budaya toleransi, pluralisme kebhinekaan, semuanya hanyalah siasat agar rencana mereka tidak terbongkar.sudah cukup kejadian di Ambon buat pembelajaran kita.
ilyeu berkata
al-maluk tdk akan jtuh k tangan kresten maupun rms,smpai kt smua d kumpul d padang masyar(kiamat),kesultanan kie raha(ternate,tidore,bacan,jailolo),akan bntu orang ambon islam.sampai titk darah penghabisan.,.,.allahuakbar.,.