Kebohongan perkosaan masal Mei 1998 terungkap
Ditulis oleh meisusilo di/pada 23 November 2008
Assalamu’alaikum wr wb,
Isu pemerkosaan massal atas perempuan Cina dalam Kerusuhan Mei 1998 senantiasa dihembus-hembuskan. Tidak lebih dari berita bohong. Hasil penyidikan FBI akhirnya membongkar kebohongan itu. “Jika sebuah kebohongan terus-menerus diceritakan hingga terdengar luas di masyarakat, maka lama-kelamaan masyarakat akan meyakini kebohongan itu sebagai sebuah kebenaran.” kata Menteri Propaganda Nazi Jerman, Dr Josef Goebels, enam dasawarsa yang lalu. Meski sudah kuno, namun prinsip propaganda yang diterapkan Nazi untuk melibas bangsa Yahudi di Eropa menjelang Perang Dunia II itu masih terus dipakai dan dilestarikan hingga kini. Strategi propaganda ala Goebels ini pun tetap laris di Indonesia dan masih cukup efektif sebagai alat pemukul lawan politik dan ide yang berseberangan. Tengoklah berbagai propaganda hitam yang dikembangkan dengan cara itu. Misalnya, pembangunan opini bahwa Islam sudah tidak cocok untuk zaman modern ini, pembentukan opini bahwa poligami identik dengan kekerasan, pengelabuan bahwa pluralisme adalah kebaikan yang harus diterima dan sebagainya. Tapi, propaganda kebohongan paling dahsyat di Republik ini adalah isu tentang pemerkosaan massal atas para perempuan etnis Cina pada saat kerusuhan Mei 1998. Dengan sistematis mereka meniupkan isu tentang isu perkosaan itu, dengan berbagai cerita di berbagai media, dengan berbagai cara dan sarana, baik di dalam dan luar negeri. Padahal, dengan jelas isu itu sebenarnya dipakai untuk mendeskreditkan Islam dan simbol-simbol Islam.
Kisah Vivian dan Foto-Foto Perkosaan
Internet menjadi sarana paling hebat untuk menyebarluaskan kisah perkosaan massal itu. Yang paling kontroversial adalah kisah yang konon dialami oleh seorang gadis keturunan Cina bernama ‘Vivian. Kisah itu muncul kira-kira pada pertengahan Juni 1998. Konon Vivian tinggal bersama orang tuanya di lantai 7 sebuah apartemen di kawasan Kapuk, Jakarta Utara ketika diserbu orang-orang tak dikenal saat kerusuhan Mei. Mereka lalu memperkosa Vivian, saudara, tante dan tetangga-tetangganya. Kisah Vivian sangat deskriptif, detail dan menyentuh, sehingga mampu membangkitkan emosi. Majalah Jakarta-Jakarta sempat mengutip cerita perkosaan yang sangat vulgar itu mentah-mentah dalam sebuah edisinya. Dalam cerita itu, dengan sangat kurang ajar, ia menceritakan bahwa orang-orang yang bertampang seram itu memperkosa mereka dengan berteriak “Allahu Akbar” sebelum melakukan perbuatan itu. Caci maki pun berhamburan kepada ummat Islam dan para Ulama. Hampir bersamaan dengan munculnya kisah Vivian, muncul pula foto-foto yang konon berisi gambar para korban kerusuhan Mei di jaringan internet. Beberapa website memuat foto-foto yang luar biasa sadis dan mencekam. Siapapun pasti tersulut amarahnya bila melihat foto-foto yang disebut-sebut sebagai foto kerusuhan Mei 1998 dan korban-korban perkosaan massal itu.
Pemajangan foto-foto di media internet itu telah mengundang emosi luar biasa bagi etnis Cina di seluruh dunia. Mereka menganggap kerusuhan Mei 1998 adalah sebuah operasi yang sengaja ditujukan untuk mengenyahkan orang Cina, dan menyetarakan kasus perkosaan massal atas perempuan-perempuan itu dengan kasuk The Rape of Nanking, saat pendudukan Jepang ke Cina tahun 1937.
Upaya Menelisik Fakta
Para wartawan yang kredibel mengakui bahwa pada saat peristiwa Mei 1998, peristiwa perkosaan memang terjadi. Seorang wartawan FORUM mendapat pengakuan dari seorang anggota Satgas PDI Perjuangan bernama M, bahwa dia dan teman-temannyalah yang menyerbu dan membakar pertokoan di Pasar Minggu. Ia juga mengaku melecehkan perempuan, bahkan beberapa kawannya memperkosa mereka. Tapi menurut dia, korban tidak hanya dari kalangan Cina. “Siapa aja, ada Amoy, ada Melayu, ada Arab,” kata anggota Satgas PDIP itu. Para wartawan pun terus mencoba mengejar dan mewawancarai korban dengan semua petunjuk tentang para korban, tapi hasilnya nihil. Konon semua sudah pergi ke luar negeri dan tidak terlacak lagi. Hanya anak ekonom Christianto Wibisono yang terkonfirmasi sebagai korban perkosaan Mei 1998. Majalah Tempo, dalam edisi pertama setelah terbit lagi juga tak mampu menemukan korban, apalagi sampai berjumlah ratusan. Beberapa wartawan yang melacak lokasi yang di duga menjadi tempat tinggal Vivian dan keluarganya, juga tak menemukan apa-apa. Warga di sekitar apartemen menjawab tidak ada dan tidak pernah terdengar adanya Amoy yang diperkosa saat kerusuhan Mei 1998. Seorang anak nelayan yang pada dua hari jahanam itu menjarah apartemen tempat Vivian tinggal mengaku, jangankan memperkosa, ketemu penghuni juga tidak. Sebab, mereka sudah kabur ke luar negeri.
Soal jumlah korban perkosaan pun menjadi ajang perdebatan seru. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Kerusuhan Mei 1998 pecah gara-gara bab yang membahas hal ini. Sebagian anggota ingin memasukkan semua laporan tentang adanya perkosaan, sementara yang lain meminta semua di klarifikasi dulu. “Terkesan ada yang ingin memanfaatkan isu ini untuk kepentingan tertentu.” kata anggota TGPF Roosita Noer.
Tengoklah data yang mereka kumpulkan. Dari 187 nama menurut daftar yang dibawa anggota TGPF Saparinah Sadli dan 168 dalam daftar Pastor Jesuit Sandyawan Sumardi, ternyata hanya 4 orang yang berhasil diklarifikasi, yang lain baru qaala wa qiila, alias kata orang. Sementara, 2 (dua) orang korban yang di datangkan anggota TGPF Nursyahbani Katjasungkana ternyata orang gila beneran yang di duga sudah lama. Lucunya, ketika data ini diminta, Ketua TGPF Marzuki Darusman tidak mau membagi data itu kepada anggota yang lain. Dari sisi ilmu statistik, data soal perkosaan massal pun aneh. Misalnya laporan tentang adanya perkosaan jauh lebih besar dari pada laporan tentang pelecehan seksual, di raba-raba dan sebagainya. Padahal, seharusnya menurut statistik, berdasarkan kurva sebaran, pola acak akan selalu membentuk kurva seimbang. Jumlah laporan orang yang diraba-raba saja seharusnya lebih banyak dari pada yang dilaporkan mengalami pelecehan, apalagi yang sampai diperkosa, dengan tingkatan paling berat. Kebenaran kisah Vivian sempat juga dipertanyakan kalangan keturunan Cina sendiri. Mungkinkah si terperkosa, dalam waktu singkat menceritakan hal ini, sehingga cerita ini muncul di internet pada 13 Juni 1998— dan bisa mengendalikan emosi, sehingga bisa menuliskan kisah kesadisan yang dialaminya secara detail? Bukankah hal ini bertentangan dengan anggapan bahwa etnis Tionghoa teramat sangat tertutup dalam hal perkosaan? Setelah menerima banyak pertanyaan soal orisinilitas cerita Vivian, pengelola situs Web World Huaren Federation (WHF), Dean Tse, dalam pesannya tanggal 18 Agustus 1998, minta agar pengirim cerita bisa memberi keterangan lebih lanjut. Namun hingga kini, permintaan Dean Tse belum ada jawaban. Dean Tse pun tidak bisa melacak alamat si pengirim cerita tersebut di jaringan internet.
Belakangan Soekarno Chenata, pengelola situs Web Indo Chaos, juga mengakui foto-foto yang bergentayangan di situsnya, sama sekali tidak otentik. Kepada detik.com, Soekarno mengaku pernah menerima foto sadis yang sempat di pajang di Indo Chaos. Namun ia segera mencabut foto itu dari situsnya karena ternyata foto itu adalah hasil montase dan diambil dari situs porno yang memang brutal.
Terbongkar Habis
Upaya pembuktian telah dilakukan, namun upaya pengaburan dan disinformasi terus dilakukan. Misalnya, ketika fakta bahwa Vivian tidak pernah ada, para agitator itu berdalih, Vivian adalah nama dan alamat yang dipakai dan hanyalah nama samaran. Ketika para wartawan tidak menemukan korban, mereka berkilah soal keselamatan korban. Hingga akhirnya kebohongan itu terbongkar, justru dari AMERIKA SERIKAT, tempat di mana para pembohong itu mengobral cerita untuk menyudutkan kaum Muslimin di Indonesia. Semula, pemerintah Amerika Serikat dengan mudah memberikan suaka kepada imigran asal Indonesia yang mengaku dianiaya dan dirudung kekerasan seksual di negerinya dengan alasan etnik dan agama. Tapi gara-gara kesamaan pola cerita, kedekatan waktu pengajuan, kesamaan alamat dan asal pengaju, dan kesamaan kantor pengajuan, mereka mulai curiga.
Setelah menyelidiki selama dua tahun, pada Senin, 22 November 2004 satuan tugas rahasia pemerintah Amerika Serikat menggelar operasi bersandi Operation Jakarta. Operasi penangkapan 26 anggota sindikat pemalsu dokumen suaka ini dilakukan serentak di lebih dari 10 negara bagian di Amerika Serikat. “Pemimpin sindikat ini adalah Hans Guow, WNI yang dikabulkan permohonan suakanya pada 1999,” kata Jaksa Penuntut Wilayah Virginia, Paul J McNulty yang menangani kasus ini. Para tersangka dikenai tuduhan sama, yakni memalsukan dokumen suaka serta berkonspirasi dalam pemalsuan berbagai dokumen. Awalnya mereka hanya membantu menyediakan dokumen asli tapi palsu. Tapi setelah berhasil mengibuli pihak berwenang dengan memalsukan izin kerja dan nomor jaminan sosial, mereka mulai menyiapkan aplikasi suaka palsu. Mereka juga menyiapkan skenario pengakuan bo’ong-bo’ongan seperti diperkosa atau dianiaya dalam kerusuhan Mei 1998. “Cerita tentang penyiksaan itu sangat seragam karena para pelamar menghafalkan kata demi kata secara persis seperti yang diajarkan,” kata Jaksa McNulty. Mereka pun mengajari kliennya untuk menangis dan memohon dengan emosional untuk mengundang simpati petugas. Lucunya, mereka menceritakan kisah yang sama. Cerita diperkosa supir taksi misalnya meluncur dari mulut 14 perempuan yang mengajukan permohonan suaka sejak 31 Oktober 2000 hingga 6 Januari 2002. “Mereka mengaku diperkosa karena keturunan Cina,” kata Dean McDonald, agen spesial dari Biro Imigrasi dan Bea Cukai Kepabeanan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat di negara bagian Virginia. Belakangan, Voice of Amerika juga membuat liputan investigatif tentang isu perkosaan massal itu. Mereka keluar masuk berbagai lokasi yang dicurigai sebagai TKP perkosaan massal, dan mencoba mewawancarai berbagai pihak. Tapi hasilnya nihil. Perkosaan memang ada, tapi dengan mengikuti petuah Goebels, fakta telah didramatisasi sedemikian rupa dan dimanipulasi dengan dahsyat.
Wa lahu khairul maakireenn.. …..
Oleh:
Abu Zahra
Disarikan dari:
TABLOID DUA MINGGUAN SUARA ISLAM, EDISI 17, MINGGU III-IV MARET 2007








.jpg)









engeldvh berkata
Cuih………
Meisusilo berkata
Di berkata
hehehe… meludah kok di sini. berarti emang begitu kejadiannya yach..
cahjapan berkata
subhaanallah…
Wiewie berkata
Buka saja mata hati kamu semua, setiap kejadian kerusuhan selalu disertai dengan kebiadaban. Jangan selalu menutup mata hanya karena terpaksa menutupi kekurangan. Negara asal agamamu saja selalu tidak rukun. Selalu saja berada dibalik kekerasan dan kemiskinan.
Saya hanya ingin berpesan, Buka mata hati kita dan terima kesalahan yang telah kita buat untuk diperbaiki bukan untuk ditutupi.
Wiewie berkata
Waktu kerusuhan saya juga merasakan saat di jalan menuju rumah, saya hanya bisa berlari karena tidak ada angkutan. Hampir semua orang menatap saya sinis dan sesekali ada yang berteriak “Cina cina …” Tapi untungnya masih banyak orang yang baik (ibu ibu pribumi) yang mau menyembunyikan saya dirumahnya. Ini kejadian sebenarnya yang pernah saya alami.
meisusilo berkata
Assalamualaikum mbak/mas wiewie yang terhormat, memang tidak bisa kita pungkiri jika kerusuhan mei 98 memang benar terjadi seperti yang telah kita lihat di banyak media, dalam maupun luar negeri. yang menjadi masalah adalah klaim Islamlah yang telah mencetuskan kerusuhan tersebut dan klaim orang Islam yang melakukan pemerkosaan saat itu? mohon dikoreksi jika saya salah, bukannya kerusuhan itu bermula di UKI Atmajaya? klaim Anda tentang negara asal agama Islam yaitu arab saudi sebagai sumber ketidak rukunan, kekerasan dan kemiskinan dengan dasar apa?
Jujur saja, Mbak/Mas wiewie sebenarnya tidak menyukai Islam atau Pribumi? Menurut saya pribadi, Anda sebenarnya membenci pribumi karena yang melakukan pengrusakan dan pemerkosaan saat kerusuhan itu adalah pribumi, entah itu beragama apa Anda tidak perduli, yang penting pribumi, sedangkan sebagian besar pribumi menurut Anda beragama Islam, benar? jadi seperti penyamarataan?
Sangat disayangkan jika cara berpikir Anda dan teman-teman dibelakang Anda nantinya seperti itu, tidak heran jika kemudian terbentuk opini bahwa Islamlah yang salah, padahal didalam Islam terdapat bermilyar individu yang berbeda-beda.
Tentunya saya ikut merasakan pilu dihati, bukan karena saya korban, dan bukan karena saya pelakunya, tapi karena saya adalah seorang warga negara Indonesia dan juga karena saya seorang yang berdarah tionghoa.
Alangkah baiknya jika tuduh-tuduhan seperti yang sudah-sudah bisa disertai dengan bukti yang akurat agar tidak terjadi pembunuhan karakter.
Semoga Alloh melimpahkan Rahmat, Rahman, Hidayah dan InayahNya kepada Mbak/Mas wiewie sekeluarga, amin…
king of bandit berkata
wiwie kenapa kau kok nggak nongol lagi. inilah doktrin yang ada pada semua orang non pribumi (cina).selalu memandang rendah orang pribumi. padahal anda juga ditolong orang pribuni pada waktu kejadian. janga sama ratakan mbak/mas pandangan anda. kita orang pribumi pinginyya membaur dengan sesama, tapi dalam prakteknya di masy. malah non pribumi yang menjauh. kita ambil contoh di UNTAR, hampir 98% mahasiswa/siswi adalah cina. kalaupun orang non pribumi pasti lulusnya sama, lagi contoh…diperush. swasta kenapa penggajian antara warga pribumi dan cina beda walaupun masa kerja dan kedudukan sama mengapa orang mata sipit lebih besar. banyak saya punya teman yang bekerja di perusahaan dan bank milik cina bilang seperti itu termasuk istri saya sendiri.tidak semua orang pribumi jahat yach…dan satu jangan bawa-bawa agama…hal itulah yang memicu adanya kerusuhan mei mbak/mas. jangan sampai ada kerusuhan mei yang ke 2 selama pribumi dan cina bisa berdampingan, tidak ada rasis. itu aja thanks
meisusilo berkata
Benar sekali yang mas bandit ungkapkan. kerusuhan mei 98 tidak ada sangkut pautnya dengan agama. saya juga tidak mengerti kenapa mas/mbak wiewie tidak memberikan komentar lagi. mungkin penjelasan saya diatas (sebelum mas bandit) bisa membuka hati mas/mbak wiewie. semogalah..
wiewie berkata
“Kebohongan perkosaan masal Mei 1998 terungkap”
Kalau memang bukannya menutupi kerusuhan Mei, kenapa makalah cerita ini ada di situs ini yang kanan kiri sarat dengan islam ??
Dan cerita ini sama sekali tidak sebagai pihak penengah tapi berusaha menutupi saja , ya kan???
Si mas bandit juga pake acara teror he he.
Lho kalo perusahaan pimpinannya jawa juga pasti lebih banyak orang jawanya ya kan? contohnya di pemerintahan .
Udah ah aku nggak debat lagi. capek juga ya nggak ada habisnya hehe. damai aja .
Sebenarnya aku cuma sedih cerita ini kok nggak sesuai dengan kejadian waktu itu makanya aku emosi . maaf ya bpk/ibu semua.
astra berkata
Ada link FBInya??? Katanya FBI yang mengungkap…. ayo fair donk mas…jangan sembarangan bikin tulisan tanpa sumber yang jelas…
meisusilo berkata
Masya Alloh, sepertinya mas astra masih perlu belajar tentang bahasa Indonesia. coba mas teliti ulang artikel diatas, ada nggak sumbernya? kalo masih belum ketemu, saya bantu nih. lihat dibagian bawah artikel, ada tulisan seperti dibawah nggak? kalo masih belum ketemu juga, saya tidak bisa membantu lagi, agak sulit menjelaskannya.
yudha berkata
udalah jangan berdebat lag, qta uda damai skr & jangan diungkit lagi. Aku setuju dg meisusilo & bandit. we Love Indonesia…………….
w4rl0ck berkata
love indo, negara tercinta
Juragan Bokep berkata
(sensored…………..)
Ya nggak mas – bro – ?!?!
fadilah berkata
hayoo, qta teriak bareng2,..
dihitung ya, satoe dua..a… TI…gaaaa…
MERDEKA!!!!!!!!!!
Huahahaha,……
Richie berkata
mana ada yang mau ngaku setelah ia diperkosa / dilecehkan,
mana ada yang mau mengakui kelamnya sejarah,
saya bersimpati kepada keluarga korban, apapun hasil investigasi FBI
kerusuhan 13 – 14 mei adalah saksi kelam sejarah bangsa indonesia.
saya malu dengan sejarah itu.
sekarang saya ingin maju bersama2 dengan masyarakat yang lain, tiadakan diskriminasi ras apapun
junjung semangat sportivitas, dan marilah kita hidup dalam damai. semua orang Tiong hoa, medan, batak, padang, Jawa
Irian, dll mengalami masa pahit dan berjuang keras untuk hidup mereka. hargailah kerja keras itu jangan meniadakan
hak – hak mereka hanya karena alasan ekonomi.
salam,
Richie
didi_kempot berkata
semoga kejadian seperti itu
dijauhkan dari diri kita, keluarga, sahabat dan
rekan sebangsa dan tanah air…. amin
meisusilo berkata
Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. [Qs Maryam;47]
idhy berkata
halah…. emang dasar sebagian besar cina emang gitu..suka memojokkan orang lain diluar kelompoknya… kalo mereka memang warga indonesia, mrk gk akan pasang lagi itu embel2 tionghoanya… indonesia ya indonesia, tionghoa ya tionghoa…
joni berkata
emang tidak semua tionghoa eksklusif…. tapi kebanyakan sih blagu.. mereka itu (yang blagu) sebenarnya penjajah … makanya pribumi bangkit dong dari keterpurukan… apapun agamanya….
jangan sperti bunglon…..
lily berkata
dimana kamu berpijak di situ bumi dijunjung. kamu2 trlalu mengekslusifkan diri di negara orang. klo kamu mau menikmati hidup di Indonesia ya cintai donk Indonesia n berbaur. n ajari anak2 utk menghargai integrasi. saya sering melihat murid2 saya bilang ke saya,ogah gabung dgn temanya yg wanna alias pribumi(Hokkien. padahal saya gurunya jg wanna, sy jd miris, mereka masih ank2. menjadi tugas kita untuk mendidik anak sedini mgkn agar kelak dewasa nt gak jd manusia yg arogan n eksklusif.
meisusilo berkata
Benar mbak Lily, ada baiknya pandangan anak-anak mulai sejak dini agar diarahkan untuk menerima perbedaan dengan lapang dada. dan itu bukan hanya tugas guru disekolah, tugas kita juga sebagai anggota masyarakat juga berperan penting.
kita tidak ingin kerusuhan-kerusuhan yang bersifat rasial terjadi lagi di Indonesia yang kita cintai.
China boy berkata
halo mas joni
hati2 kalo nulis kalimat
“belagu” tau ga artinya itu ??
nepa kok orang2 keturunan china dikatakan belagu ??
karena dari dulu sampe sekarang orang2 china cenderung suka bekerja daripada bermain2, gitaran, club2 sepeda yang tidak ada guna nya
kamu cuma iri ama orang china karena ga bisa membiasakan hidup hemat
jangan dikira orang china lebih cenderung kaya karena hebat, lebih pintar, dll
orang china banyak yang lebih kaya karena bisa berhemat dan bekerja keras
apa lu kira orang china hidupnya lebih enak?? dah kerja rajin2 masi di bebani pajak yang lebih memberatkan, belum lagi dijarah sama bajingan2 yang mala2 an itu
mengenai mei 98, lu ke neraka aja deh yang bilang itu cuma isu bohongan
that all!!
ahmad berkata
wah aq gelo….haruse ikut memperkosa..pengen banget ngrasake tubuh pth mulus
Woi berkata
wah wah mas ahmad ini… nyesel yah ??? btw aq ini Cina jg loh.. Tp aq uda ga terlalu ngurusin mslh ini.. yg ptg idup gw enak aje..
Arief Oce berkata
ALLahu Akbar. . .
Muh Taufiq berkata
mas, mbak..kok padu terus ta?? mbokya sudah. gimana kalo paradigma permusuhan kita ubah dengan paradigma damai. membangun kembali negeri ini. jangan salahkan institusi. semua institusi itu BAIK. hanya OKNUM yang membuat citra intitusi itu tidak baik. kalaupun ada institusi yang BURUK, berarti yang perlu kita luruskan adalah OKNUM yang buruk. di dunia ini yang tahu kebenaran sejati cuma Sing Ngecat Lombok saka Ijo Malih Dadi Abang. ora ana gunane padu ngono. wis ayo padha nggolek pangan dhewe.dhewe..ngono ya le…
meisusilo berkata
yo..yo.. << akur……
vaneer berkata
Kirain ada hubungannya ama kondisi politik saat ini… maklum, kan lagi kampanye Pilpres nih…
meisusilo berkata
Kalau nggak salah sekarang yang lagi santer masalah ambalat & manohara, penyiksaan IRT eh TKI
roman berkata
berjuta kata pengelakan dari kalian semua tidak akan pernah menutupi wajah asli kalian, sejak awal cara berpikir nenek moyang kalian, kalian dan keturunan kalian sudah terbaca dana akan jadi apa kalian semua…. dasar kutu sosial, musuh peradaban, penebar isu, pengintimidasi dan tidak melihat diri sendiri…
Lee berkata
Rasialisme adalah cermin dangkalnya wawasan, biar kata2 chinaboy terkesan kasar tapi kalau kita mau lihat lebih jernih ada benarnya juga. kita bukan bangsa yang rasis, semua ini berawal dari kecemburuan dan kesenjangan sosial. sejak orde baru, ruang gerak keturunan tionghoa dibatasi, jangankan jadi pegawai negeri atau TNI&Polri bikin KTP aja dipersulit.. intinya untuk bertahan hidup tidak banyak pilihan lain selain mandiri, berdagang dst dan sebagian besar akhirnya menjadi kaya sebagai pengusaha. tidak ada salahnya menjadi pengusaha dan mandiri. sementara kaum pribumi sebagian besar terlena dalam doktrin feodal warisan belanda yang seolah menjadi pegawai negeri dst lebih terhormat daripada menjadi pengusaha/pedagang kelontong dst..
Saat terjadi krisis tentunya kaum pegawai dan buruhlah yang paling cepat merasakan dampak secara langsung dan akhirnya mudah terprovokasi untuk menyalahkan kaum pengusaha (mayoritas tionghoa) dan akhirnya sekali lagi kaum tionghoa dijadikan kambing hitam oleh orde baru setelah sekian lama ditekan penguasa2 orba.
Padahal etnis tionghoa turut bersimbah darah memperjuangkan kedaualatan dan harga diri bangsa ini, Gie adalah sosok yg populer karena kisahnya diangkat dalam film, setelah sekian lama pahlawan2 dari etnis tionghoa seolah dikubur begitu saja, tak banyak yg mengenal Laksamana John Lee, Tan Malaka, Menteri Oey Tjoe Tat dan masih banyak lagi hingga masa kini Kwik Kian Gi, belum lagi kalau kita tengok siapa yang mengharumkan nama bangsa ini di All England hingga Olympiade? dan bahkan etnis tionghoa turut menyebarkan ajaran islam di tanah jawa.
Kalau kaum pribumi ingin bangkit, maka bangkitlah dengan cara yang terhormat, tidak ada yang membatasi kalian untuk maju. keturunan tionghoa sebenarnya tidak ingin meng-eksklusifkan diri, tapi lingkunganlah yang membuat seolah harus begitu, tahukah anda perasaan anak kecil yang setiap pulang sekolah dipalak dan menjadi sasaran kekerasan hanya karena berkulit lebih putih dan bermata sipit? demi Tuhan tidak ada satupun manusia di bumi ini yang sempat memilih ras dan leluhurnya nya sebelum dilahirkan.
Dan kesimpulan saya, ras adalah salah satu cobaan dari Tuhan, apakah anda akan terlena dan dibutakan dengan kebanggaan semu karena wujud fisik, atau mampu bersyukur atas keindahan ciptaan Tuhan yang beragam dan hingga kini beliau masih mempercayakan manusia untuk terus terlahir dari rahim kaum ibu dari ras apapun. Jika Tuhan masih percaya kita mampu memandang segala sesuatu dengan bijak tanpa peduli dengan mata yang lebar maupun sipit kenapa justru kita sendiri yang meragukan dan membiarkan mata kita menjadi buta?
meisusilo berkata
Disini, saya sebagai orang awam ingin mengungkapkan apa yang ada di benak saya. sebelumnya mohon maaf jika ada kesalahan kata.
Menurut saya pribadi, gejolak yang terjadi pada saat kerusuhan mei 98 adalah puncak dari gejolak yang selalu diredam oleh pemerintah. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab pecahnya kerusuhan tersebut, sebut saja masalah kesenjangan sosial ekonomi di Indonesia umumnya. tidak dapat dipungkiri juga, ada gerakan-gerakan politik bawah tanah yang ikut nebeng (^_^ istilah kerennya gitu) pada saat kerusuhan tersebut terjadi. masalah yang terjadi saat itu sangat kompleks sehingga sampai sekarang pun tidak ada yang mau dengan lapang dada mengakui bahwa kerusuhan itu terjadi karena ketidakmampuannya. semuanya saling mencari kambing abu-abu. walaunpun berbagai investigasi telah dilakukan, tetapi hasilnya nihil, tidak ada peradilan sampai dengan saat ini, mana ada yang mau disalahkan, bukan begitu bukan?
Disini ada benarnya apa yang diungkapkan oleh mr. Lee, tapi ada juga salahnya.
1. Adalah benar bahwa ada saudara kita (muslim china) yang telah ikut serta dalam usaha memperjuangkan tegaknya Kalimatullah di bumi Indonesia. (laksamana kho peng ho)
2. Adalah benar bahwa saudara kita (etnis tionghoa) yang ikut mengangkat senjata dalam perang kemerdekaan Indonesia (walau tidak banyak yang terekspos atau sengaja ditutupi).
3. Adalah benar bahwa saudara kita (etnis tionghoa) ikut mengharumkan nama Indonesia diluar negeri.
Sayangnya, hal tersebut diatas seperti terkesampingkan karena ada beberapa oknum masyarakat tionghoa yang hidup ditengah-tengah masyarakat yang serba kekurangan dengan gaya ekslusif. jadi bukan keadaan yag menciptakan, oknum2 tersebutlah yang menciptakan. hal itulah yang semestinya dihindari, dia tidak sadar bahwa dia telah meracuni pikiran pribumi dilingkungan tempat tinggalnya bahwa “(maaf) orang cina itu kaya raya, hartanya banyak, tetapi pelitnya minta ampun”. padahal jika ditelisik lebih jauh, ternyata tidak semuanya kaya` dan sombong.
Satu hal yang perlu dikoreksi, jika anda mengatakan bahwa “kaum pribumi silahkan bangkit dengan cara terhormat”, hal itu perlu dicermati kembali. Faktanya, kaum pribumi selalu dianggap warga dengan tingkat intelegensi rendah. Di perusahaan yang pemiliknya adalah orang tionghoa, selalu saja warga pribumi yang menjadi pekerja kasarnya, jikapun ada yang duduk dikursi “empuk”, pasti (bukannya suudhon ya..) dia memiliki koneksi yang bagus dengan majikannya, tetapi dia harus “jungkir balik” dulu sebelum mencapai kursi tersebut. lha bagaimana dengan peribumi pada umumnya? hal inilah yang secara nyata terjadi saat ini di Indonesia dan ini sudah menjadi rahasia umum.
Kesadaran berasal dari diri kita sendiri, semestinya kita selalu ingat bahwa kita hidup di bumi titipan Alloh. tidak ada yang abadi, semua pasti memiliki awal dan akhir. menurut saya “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”..
Mohon maaf jika ada kalimat yang menyinggung, semoga kita mencari rizki Alloh di bumi Indonesia selalu dilimpahi Rahmat, Rahman, Hidayah dan InayahNya serta selalu dilindungi dari bala dan bencana, amin..
Lee berkata
Terimakasih Mas Meisusilo atas responnya yang logis dan jernih.
Ketika saya menuliskan kalimat “Kalau kaum pribumi ingin bangkit, maka bangkitlah dengan cara yang terhormat” itu adalah respon dari komentar2 emosional terutama dari saudara Joni dan Roman. karena menurut saya kebangkitan yang dilandasi dengan emosi dan kebencian memang akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa namun pada akhirnya hasilnya adalah kehancuran. Dan pembahasan yang berhubungan dengan ras dan agama sangat rawan menyulut emosi bila kita tidak bersikap dewasa.
Mengenai paparan anda tentang “Faktanya, kaum pribumi selalu dianggap warga dengan tingkat intelegensi rendah”, saya mencoba kembali pada inti paragraf awal saya. bila kita mau menyingkirkan embel2 “tionghoa dan pribumi” maka kita akan mendapati golongan “Enterpreneur dan Pegawai” dan ini adalah mengenai pola pikir dan budaya yang terbentuk dalam keluarga dan lingkungan sosialnya. dengan kata lain bukan karena ada anggapan kaum pribumi lebih rendah tingkat intelegensinya, tetapi karena kaum pribumi yang enterpreneur adalah minoritas.
Anda benar dan tidak suudhon Mas Meisusilo, memang untuk menempati kursi yang empuk dituntut tanggung jawab yang besar dan terkait pula dengan kemampuan berbisnis yang ulung. dalam hal ini biasanya bakat ini diasah sejak dini oleh kaum pengusaha pada anak2nya. dan mayoritas etnis tionghoa adalah pengusaha (pedagang atau penyelenggara jasa), namun bukan berarti pribumi tidak mampu, tengoklah keluarga Bakrie, Jusuf Kalla dst. dan sangat wajar bila para pemilik perusahaan butuh mengenal lebih dekat kepada siapa dia akan menitipkan usaha yang dirintisnya sekian lama termasuk bagaimana kemampuan seseorang tersebut dalam menghadapi permasalahan, persaingan dan mencari solusi, secara awam akan terlihat seperti kolusi dari koneksi dan menguji kemampuan seseorang juga akan nampak seperti menjungkir-balikkan sang kandidat tersebut.
Saya juga setuju mengenai “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” dan saya juga percaya bahwa Tuhan menurunkan manusia ke bumi, tidak sekedar untuk lahir dan mati di jawa, tidak hanya di indonesia, asia atau eropa tapi bumi terbentang luas untuk umat manusia dan kita dipersilahkan untuk menjelajahinya, mensyukurinya dan menjaganya. Islam telah memberikan teladan yang luar biasa dengan ibadah hajinya dimana orang yang tinggal di jawa akan memiliki wawasan dan pengalaman yang lebih hebat setelah melewati negara2 dan kebudayaan yang beragam dalam perjalannya menuju Mekah, dan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China / “Shin”" (ilmu saya tentang kalimat ini tentunya lebih dangkal dibandingkan dengan anda) namun pada intinya bagi saya, orang yang tinggal dekat dengan Mekah pun dipersilahkan menjelajah keluar dan memperluas cakrawala. hingga akhirnya kita pun mampu berbagi dan saling menghargai diatas bumi yang kita pijak dan langit yang kita junjung.
Saya berada dalam tahap merelakan ras dan dan julukan, saya lebih bangga sebagai warga bumi dan dan bersahabat dengan ciptaan Tuhan disekeliling saya. Kita bisa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bila dalam forum2 seperti ini kita mau berbagi pandangan dan bertukar pikiran yang tentunya dengan dilandasi niat baik dan kedewasaan.
Pedang keadilan berkata
Tes
meisusilo berkata
Saya sependapat dan salut dengan cara berpikir mr. Lee yang terbuka dan merespon tulisan saya dengan tulisan yang lebih santun dan tidak menyudutkan. Semoga Alloh melimpahkan Rahmat, Rahman, Hidayah dan InayahNya kepada Anda sekeluarga, Amin..
Kebijaksanaan adalah tongkat yang hilang bagi seorang mukmin. Dia harus mengambilnya dari siapa saja yang didengarnya, tidak peduli dari sumber mana datangnya. (HR. Ibnu Hibban)
Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
bony berkata
tuh khan enak bacanya kalo kaya dialog Mr. Meisusilo dan Mr. Lee. wawasan bertambah tanpa harus make emosi. justru dialog semacam ini yang bisa membelajari tanpa menggurui, tapi justru menyentuh relung jiwa dan membangkitkan kedewasaan kita tentang arti keragaman. Krn Allah menciptakan kita berbeda-beda agar bisa menjadi berkah.. (maaf kalo salah). kayaknya gitu deh… mudah-mudahan dialog semacam ini bisa menjadi budaya Indonesia…
Lee berkata
Hehehe… iya, semoga menjadi budaya bangsa ini dan kita selalu didalam lindungan Tuhan selama proses ini dan nanti (^_^)Y
Ahmad Karnia berkata
okeh setuju mr Mei and mister Lee…..gitoo dong….diskusinya…..enak deh … kita yang ngikutin diskusi and berdua……sukses…
mary berkata
banyak berdoa bwt indonesia….jgn malah menujukan kebenaran…n pembelaan masing2 pihak…tidak ada gunanya sm sekali….yg ada kita tambah berdosa nntnya mengeluarkan statment yg gk2….udh deh yg berlalu biarla berlalu…..rencana Tuhan itu indah pada waktunya….kita jg tau….n kita yakin….klo gk da satu orangpun di indonesia ini yg mau tragedi itu terjadi…tp kita gk pernah twapa dan maksud Tuhan untuk semua ini….sekarang ini kalian semua hanya perlu berdoa terutama buat keluarga….dan bertindak positif…..jgn sampe gr2 stament kita ini di situs ini akan menjadi bumerang bwt kita sendiri…ok….tq n GBU all
raka berkata
…ada yang mau byarin utang gw ga ya….haduh pusing euy…
utuh berkata
Hahaha…
utuh berkata
Kalo org amerika Disenggol orang lain, mereka bilang excuse me, tp kako org indonesia Nabrak org lain, mereka bilang mata kamu dimana????!!!
Hahahaha… orang indonesia memang orang yang paling ramah tamah…!!!!!!
Hmmmm… jangan selalu menyalahkan orang lainlah, amerikalah, cinalah, inilah, itulah…
Hadapi kenyataan, BERUBAH!!!! Jangan menyalahkan org lain utk membenarkan diri… Itu yang harus kita lakukan!!!!!
Ma’af bung, saya jg merasa kok, sejak kecil sy jg sering di “cina, cinaaaaaa…”
Udah biasa kale…
Tapi berfikirlah, sebetulnya itu tidak mengenakkan bagi sy, dan apa saya harus berbaik” hati dgn org yg mengejek saya?
Logikanya: Tidak kan?
Walaupun sy jg bynk teman dr kalangan pribumi, dan malah teman akrab sy org pribumi.
Sy kira adalah KEWAJIBAN dan PERLU ADANYA CAMPUR TANGAN PEMERINTAH untuk memberikan pendidikan ke-Bhineka Tunggal Ika-an, dan jangan malah membuat peraturan yang GAK BENAR! (menurut saya sih.. Tapi coba baca dulu sampai selesai)
Ma’af juga, kadang” peraturan pemerintah jg tidak meng-enakan orang yg non muslim.
Contoh:
Dikota tempat saya tinggal, kalo bulan puasa, tidak boleh ada warung, ato tempat mkn yang buka. padahal kan kita ini Bhineka Tunggal Ika, katanya…
Bahkan rm utk org yg non muslimpun harus tutup. Lho..? Kalo saya mkn dirumahpun kalo bisa dilarang.
Siapa yang puasa ya?
Menurut sy ini pendidikan yg kurang baik dari pemerintah.
Sy jg pernah merasakan ikut puasa, tanpa makan sahur.
Dulu, wktu sy ke suatu daerah,
sy berangkat berdua sopir. Kebetulan saya sampai disana malam, dan besoknya hari pertama puasa, saya dibangunkan sopir, diajak makan sahur, tapi saya masih ngantuk berat dan menolak.
Eh, ternyata tidak ada satu tempat makanpun yang buka. Bahkan hotel tempat saya menginap-pun tidak menyediakan makanan. Katanya memang pp-nya begitu.
“Terpaksa” saya puasa hari itu.
Tapi gpp kok. Biasa aja kaleee..
Katanya sih untuk menghormati org yg berpuasa…
Trus, apa org yang puasa TIDAK PERLU menghargai org lain yg tidak berpuasa? (ma’af saya gak tau mnurut ajaran islam harusnya bagaimana)
Harusnya kan, org puasa itu belajar menahan nafsu, menahan godaan, menahan lapar, walaupun melihat org lain lagi mkn enak.
Sy jg gak akan sengaja melakukannya didepan org yg puasa kok!!! Gak sampai harus maksa” minta dihargai kok!
Tapi, menghormati, kan TIDAK BERARTI HARUS IKUT PUASA???
Ada seorg teman sy.. Dia seorang muslim yg ta’at dan sy sangat menghargai dia. Dulu, waktu Perda dikota tempat sy tinggal masih belum sperti sekarang ini.
Suatu saat sy jln dengan dia wkt bulan puasa. Kebetulan dia yg bawa motor. Siang, dia mampir ke kerumah makan, dan menyuruh sy makan siang, karena kerjaan kami msh banyak. Walau sy menolak, dia tetap menyuruh sy mkn. Dia melaksanakan sholat, kemudian ngobrol” -sambil menghadapi saya yg sedang mkn siang sementara dia sedang puasa.
Kayaknya gak ngaruh tuh bagi dia. Itulah seorang Muslim yang bisa menahan nafsu, dan sy kira itulah maksud dari berpuasa.
Itu menurut sy sih, tp kayaknya nggak tuh, menurut 99,9% DPR dan pemerintah daerah dikota sy yg jumlahnya sekian ribu org. Bayangkan….!!!!)
Kalo karena melihat orang makan aja ga bisa menahan nafsu makan
(Plus nafsu mau mukul orng tsb, karena “katanya” org tsb “tidak mengargai”, apalagi dibantu dengan Perda yg mendukung) bagaimana bisa menahan nafsu untuk hal” yg lebih besar, seperti TIDAK KORUPSI padahal kyaknya ada kesempatan nih. 100 jt? 500 juta? Apalagi kalo ada kesempatan, dan nilainya milyard , ato bahkan triliunan.
Apakah agama lain tdk berpuasa?
Ada jg lageeeee… Tapi gak ketahuan aja. Ortu sy dulu puasanya lebih dari 30 hari. Dan kalo pagi tidak makan sahur!!!!
Malamnya, setelah semua tugas yang berkaitan dengan pelayanannya thd agama dan sesama untuk hari itu sudah selesai. (diluar pekerjaan beliau utk urusan kantor)
baru beliau berbuka puasa. bahkan pernah sampai jam 11 malam!!
Memang masing-masing berbeda, MENURUT KEYAKINAN-nya. Bukankah begitu?
Itulah Peraturan Pemerintah yang TIDAK MENDIDIK!!! Hanya membuat suatu Fanatisme yg gak benar.
Jadi menurut saya Pemerintah jg harus bertanggung jawab untuk menberikan suatu pengertian yang benar kepada masyarakat, dan bukan malah HANYA MENCARI MUKA kpd masyarakat, mentang” penduduknya sebagian besar beragama Islam..
Hal yg salah harusnya jangan dibenarkan, dan harusnya diberi pengertian bahwa itu salah…
Salam ….
Peace….
by:
Utuh Bacem
Fajar berkata
Saya sependapat dengan mr.lee memang negara kita, tidak menganut faham rasialis yang membedakan anatara pribumi dan non pribumi atau keturunan. Tapi oknum tertentu yang kadang menggunakan istilah-istilah tersebut, itulah yang menjadi jarak pemisah dan kesenjangan selama ini.Saudara kita yang keturunan juga banyak jasanya dalam membantu perjuangan negara ini dan kayaknya seperti dikesampingkan, begitu juga dalam mengharumkan nama bangsa ini didunia internasional,kalau tidak saudara-saudara kita yang ketutunan itu mungkin kita tidak dipandang oleh dunia luar.
Tapi mr. Lee dari sekian banyak warga tsb ada juga yang masih punya anggapan merendahkan warga pribumi, mungkin saja rasa nasionalisnya kurang atau tidak ada sama sekali. Kan seharusnya dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
Saya banyak punya kawan warga tiongha tapi mereka baik-baik aja tuh, apa mungkin pengaruh lingkungan saja, masalahnya saya hidup didaerah. Bisa saja kesenjangan itu tidak begitu terasa dampaknya sehari-hari walaupun diantara mereka tidak bisa nyanyi lagu indonesia raya, padahal dia sekolah sampai tamat tetap aja ndak hafal. yang penting kita dapat memakluminya.
Yang penting sekarang bagaimana kita bergandengan tangan untuk membangun negeri ini agar tidak diremehkan oleh pihak luar dan kita mampu dimata dunia serta dperhitungkan keberadaannya. Oke thank,s
iwan berkata
MEISUSILO anda orang hebat dan berwawasan islam yang kaffah saya selalu sependapat dengan anda walau saya ga bisa komentar tentang rubrik ini, semoga ALLAH SWT meridhoi dan merahmati anda sekeluarga.
untuk semua :
Agamaku berkata Allah menciptakan kita berbeda beda ( suku, budaya, warna kulit dsb) agar kita saling mengenal dan saling menyayangi.
semoga ga salah ya mas/Bapak susilo
I.S. Chandra berkata
Perkenalkan, saya adalah orang Indonesia keturunan cina, kedua orang tua saya sangatlah terbatas perekonomiannya. Dari hati yang paling dalam, saya sangat cinta Indonesia walaupun saya keturunan.
Untuk lebih lanjut, saya deskripsikan kondisi keluarga saya. Secara garis besar, kondisi ekonomi keluargaku sangat terbatas kami hanya memiliki rumah berukuran 3m x 10 m. Saya anak pertama dan ada adik ku perempuan 1 orang. jujur saja, orang tua kami memiliki pekerjaan pedagang kaki lima sejak dari saya TK. kami berjualan bakmi rebus, nasi goreng, gado-gado, ketoprak, keredok di pinggir jalan, untuk para karyawan di salah satu pertokoan yang cukup lama di jakarta pusat. kira-kira mulai dari tahun 1990-2000, berbagai kendala orangtuaku alami karena mereka cuma ber-dua, tidak ada karyawan ataupun pembantu. misalnya, semenjak sekolah di SD-SMA, orangtuaku sering meminjam uang sama para tetangga untuk membayar uang sekolah ataupun untuk mempunyai modal awal. Jadi jika ada untung, maka orangtuaku baru membayar dan dalam hal ini biasaya awal minggu bisa dikembalikan lagi. selain itu, uang sekolahku cukup mahal tapi berkat bantuan dari sekolah dan gereja, saya mendapat potongan cukup besar hampir 30-40%.
Sewaktu kecil (SD), saya selalu pulang naik bemo ataupun bus kemudian harus berjalan kaki kira-kira 30 menit pada waktu itu.
Saat berjualan dalam 1 tahun, waktu berjualan yang paling menguntungkan adalah saat bulan puasa karena Ibuku menjual menu baru yaitu berbagai macam kolak. Oleh karena itu saya sangat berterima kasih sekali dengan para pemeluk agama islam. Bukan maksud saya ingin menyingung ataupun memanfaatkan, tapi ini menyangkut aspek ekonomi keluargaku. Dan ku sangat berhutang kepada para karyawan yang menjalankan Ibadah puasa.
Semasa SMA, nilaiku standar-lah dan aku tetap semangat rajin belajar. walaupun harus pulang jalan kaki setiap hari, mungkin kalau dihitung 4800 langkah atau sekitar 3-4 km. memang selama perjalanan tersebut, apa boleh dikata, pernah di palak ataupun di kepung untuk diambil barang-barang dll. memang sewaktu itu sangat kesal sekali dan ini ku sesali hingga akhirnya ku sadar bahwa Ibuku sangat besar jasanya dalam memberikanku pengajaran secara emosi.
Kurang lebih 4 tahun dari kelas 3 SMP hingga kelas 3 SMA, Saya belajar namanya bertanggung jawab dan selalu semangat. misalnya, saya harus menyiapkan makan sendiri setelah pulang sekolah dan mencuci baju sendiri (tiap akhir minggu). Karena orang tuaku bisanya pulang jualan sekitar jam 7-8 malam.
Kebetulan di sekolah ku, biarpun swasta, para guru-guru kami memang ada yang masih merupakan Dosen ataupun pensiunan dari Universitas Negeri ternama.Dan hebatnya lagi semua guru tersebut minimal sudah memiliki gelar master.
Biarpun mereka beragama muslim, mereka tetap mengajar kami tanpa pandang bulu. Saya sangat berhutang budi dengan mereka semua. Karena jasa mereka, saya diterima di salah satu fakultas di Universitas Indonesia melalui SPMB/UMPTN.
Selama masa kuliah, saya melihat teman-teman dari berbagai suku, agama, ras dan golongan ekonomi. Saya sangat bersyukur dengan metode pengajaran yang saya terima baik di rumah, di sekolah, di lingkungan masyarakat dan kondisi ekonomi saya. Alhasil, saya mendapatkan berbagai prestasi dan beasiswa selama kuliah sarjana satu.
Demikian teman-teman saya yang juga saling mengingatkan dan saya sangat bangga kepada teman-teman saya dari UI yang telah sukses mendapatkan pekerjaan di berbagai industri pertambangan, perminyakan dan lingkungan. Dan tentunya mereka juga muslim. Saya banyak belajar dari mereka dan kami selalu saling membantu dan membangun.
Saat ini saya sangat bersyukur sekali lagi kepada guru-guru, orangtua saya dan kepada Tuhan YME yang telah memberikan saya kesempatan untuk kuliah di eropa dengan beasiswa dari kedutaan untuk program master selama 2tahun.
Intinya yang saya mau sharingkan adalah :
1. tidak benar semua orang pribumi itu dikatakan malas, begajulan dan yang negatif!!!
2. Tidak benar agama islam itu selalu memojokkan orang yang nonmuslim.
3. Semua itu tergantung dari kepribadian masing-masing dan bagaimana orang itu bersikap.
4. Jika kita mau maju maka kita harus bisa bertidak dengan cermat, cerdas, tanggap dan tidak mau menyerah.
5. jaman sekarang workhard sudah ketinggalan, sekarang jamannya worksmart. Oleh sebab itu setiap orang memiliki kesempatan yang sama dari Tuhan untuk menentukan jalan masing-masing.
6. Ayo kita bangun Indonesia yang telah terpuruk dibandingkan malaysia, Thailand, Brunei darusalam dan singapur.
7. terakhir, jangan saling menhujat dan saling menjatuhkan, ingat prasangka buruk kita akan menjadi hambatan bagi diri kita sendiri.
Ayo kita sama-sama berkompetisi, sama-sama menjadikan masa depan negara kita lebih dari yang ada sekarang, hindari korupsi, hindari cemoohan, hindari malas diri. Baik orang cina, pribumi, muslim dan non muslim. semuanya sama dan jika kita mau maju nanti kita akan tampil beda dengan yang lain.
semoga opini saya ini memberikan kisah positif buat dua kelompok yang mungkin masih sering saling menyudutkan.
semoga kita bisa menjadikan masa depan dan anak-cucu-cicit generasi kita lebih baik.
Jadi perlukah kita berkelahi, bertengkar dan saling menjatuhkan?
man man berkata
numpang yaa..
Kepada non-pri jangan sombong/ pandang rendah ke yg Pri. Sama2 la.Smua juga tau, non-pri numpang hdp di buminya pri.Kudunya kan bersikap baik.Jangan membeda2kan perlakuan(prusahaan2 cina tu jgn jg ngebedain gaji gt)Temenan la ma pri.Begitu juga yg Pri, membaur layaknya terima tamu yg dtg ke rumah kita.Pri dan non pri saling hormat, menolong.Pemerintah jg jgn mempersulit urusan2 warga non pri.kasian dong.Anyway saya suka pri/non pri.Aku cinta Indonesia….salam kenal!!
jawetDo berkata
He’eh lo.Dulu saya pernah kerja di prushaan textil. bos cina. gaji lulusan SMA(kalo cina) jauh lebih tinggi dr Sarjana (pribumi).Trus pas ada brita kerusuhan apa gt temen saya yg cina bilang…ITU LA KELAKUAN BANGSA LO..Busyet dah.Gak nyadar dimanana berada nih orang…
tapi ada juga temen yg baik .dia keturunan cina-Ind (hdpnya sederhana sih)tp kawin ma jawa tulen.Kali karna gak punya tanduk aja ya dia gak sombong kayak cina2 laen??
fauzie_79 berkata
mas jawetDO, itu mah hanya oknum saja…
kita mah sepakat dengan mr. meisusilo, mr. lee n mister chandra.
HIDUP ENDONESA RAYA……
ieda juga berkata
klo kya gw gmana ya.. gw cina tpi dah pke jilbab.. sedih deh dengerin tmen2 gw yg cina di olok2 tpi sedih jga krna yg olok2 tmen gw yg pribumi.. bela yg mana.. pusingkan !!
byk saudaramu yg senasib nih.. kita kelempar2 loh!!
Oz berkata
bukan islam yang memerdekakan negri ini ..tapi islam yang menghancurkannya..INGAT ITU..
agus berkata
apa bener Yaw kiamat uDah Dekat berikan Alasan Yang Tepat
preambule berkata
Buat OZ…kayak ga pernah sekolah n belajar sejarah aja loe..siapa yg berjuang mati2-an memerdekakan Indonesia, mereka mayoritas org Islam…belajar sejarah Indonesia lagi ya…biar akhlaknya baik n ga mudah menuduh….peace
amink berkata
Setuju dengan Preambule…..si OZ kayaknya mau jadi provokator baru nih……